Nasi Kotak
sahut Vian–anak remaja yang baru lulus SMA.
"Tapi kenapa sementara saja?" tanya sesebapak lainnya.
"Yang saya dengar, ada pesanan bakmi dan tahu sangat banyak dari pengusaha–pemilik hotel sama restaurant."
"Wah, nasib Pak Marno sama Bu Evi itu memang beruntung, ya. Beda sama kita, buat makan saja susah."
"Bang, coba tawari mereka bakso! Nanti saya yang bayar semuanya," ucapku sambil menunjuk ke arah orang-orang di pos kamling.
Hot Chapters