MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN
gumamnya lirih, hampir seperti bisikan kepada kegelapan.
Kaelan mengacak rambutnya kasar."Arghh..."
****
"Arkana," ujar Sendy, suaranya pelan tapi menusuk, seperti racun yang manis di awal.
Tatapannya nyalang, tajam menembus pandangan pria yang kini berdiri beberapa langkah darinya.
Sudah lama ia tidak menjumpai Arkana secara langsung setelah semua rencana rusaknya gagal total. Tapi kali ini, dia muncul lagi. Dengan wajah tanpa dosa dan senyum penuh teka-teki.