Senja Pertama
“Kenapa enggak? Lo nggak nyadar Na, kalau gue selama ini gue suka sama lo? Makanya gue ganggu lo terus. Gue juga nolong lo dari Danang karena gue suka sama lo. Gue minta Bokap untuk jadi donatur di panti yang lo tinggalin. Semua itu kurang cukup untuk membuktikan? Oke, gue nggak romantis, tapi gue nggak main-main sama perkataan gue.”
Tangan Nana berkeringat dingin. Matanya membulat karena masih tak percaya dengan apa yang Sendanu katakan. Tetapi kalau dipikir memang benar juga, Sendanu berubah. Dia nggak kasar lagi meskipun kadang perkataannya kurang enak didengar.
“Tapi aku nggak suka sama kamu Nu.”
Bagai disambar petir di siang bolong, sangat mengejutkan!
Hot Chapters