Kesendirian
Tiba-tiba suara HP ku berdering dan aku angkat ternyata yang menelepon adalah sepupu/anak dari udak ku/adik laki-laki saudara papa yang di kampung dan anaknya bernama Tiur, dan tinggal di Porsea.
*****
“Hai, An, apa kabar dirimu? Sudah lama kita enggak ngobrol.”
“Hai, Ti, kabar ku baik-baik saja. Kamu apa kabar?”
“Tentu baiklah, An. Oh, ya kamu datang ya ke pesta pernikahan ku tanggal 28 ini.”
“Hmm ... Kamu secepat itu merried?” Aku merasa heran dan terkejut.
“Kamu, kenapa? Sepertinya terkejut mendengarnya.”
Hot Chapters