Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Senja Pertama

Senja Pertama

Sampai Seno terbatuk-batuk. “Maaf Nu … gue nggak berani.” Sendanu membanting Seno di lantai dan menginjak perutnya. “Gue paling benci kata maaf dan lo masih berhutang sama gue.” Dia mengangkat kakinya dari perut Seno. “Kali ini lo beruntung.”
7.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 155 Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Semua sandiwara Damar tentang sushi dan kepedulian itu hanya memicu memori kelamnya. "Anda lebih memilih Lisa dibanding saya di masa lalu!" teriak Mela dengan suaranya naik satu oktaf untuk melepaskan luka lama yang ternyata belum sembuh sepenuhnya. Teriakan itu bukan hanya soal amarah, tapi juga rasa sakit yang terpendam selama bertahun-tahun.
742 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 21 Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
Jatuh dalam Ledakan Cinta

Jatuh dalam Ledakan Cinta

Lalu… Tasss Anak panah pun terlempar menuju benda yang ditempel Ji Yuan diatas pohon tadi. DUAARRR Shsshhhsss Bhuss Ketika anak panah menembus kantung kain yang ditempelkan ke pohon yang sudah mati itu, sebuah ledakkan dahsyat terjadi, namun sebelum ledakan itu membesar, terlihat bubuk putih bertebaran dan menghisap ledakkan itu dengan suara dan pusaran angin yang cukup berasa lalu hilang bagaikan terhisap vacuum cleaner. Menyisakan asap putih yang mengepul di dekat pohon itu.
653 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 17 Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja yang mengahdirkan malam merubah warna langit menjadi oren kemerah-merahan. Ketika menatap ke depan kaca mata delia langsung terbelalak tertuju pada sosok yang ia lihat. Gadis itu syok dengan dahi Damar terbalut kain kasa. Delia pun langsung lari menuju Damar dan merangkulnya, bertanya apa yang terjadi pada sahabatnya itu. “Damar kenapa dahi kamu,?” ucap panik Delia melihat dahi Damar yang terluka.
106.0K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 125 Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
Mengembalikan Senyum Bidadari

Mengembalikan Senyum Bidadari

*** flashback Kepergian Zea membuat suasana menjadi hening. Dua orang yang menjadi tokoh utama saling menitikkan air mata. Pandu terkekang penyesalan dan rasa bersalah yang teramat dalam. Seandainya dulu ia sensitif dengan perasaan putrinya, mungkin pria itu akan berpikir seribu kali ketika berbuat dosa. Rasa sakit selama enam tahun karena ulahnya telah membuat Zea menderita.
10166.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 4.8K Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

Tenda itu berdiri tegak menantang, berkedut pelan seolah menyapa Kiki. Satria menahan napas, wajahnya memucat lalu berubah merah padam sampai ke telinga. "Mati aku, ketahuan!" batin Satria histeris. Kiki mendongak menatap wajah Satria yang panik dan salah tingkah. Bukannya menjerit atau jijik, sudut bibir gadis sembilan belas tahun itu malah terangkat membentuk senyuman jahil dan penuh arti.
1037.2K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 1.1K Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

tanya Gio “Baru saja menangani pasien yang kambuh di ruangan nomor 24.” “Begitu rupanya. Aku pergi dulu.” “Hey, kau akan pergi begitu saja senior?” “Berhenti memanggilku senior.” “Apa saya harus memanggil nama anda?” “Lakukan saja.” “Oke.” Yena hanya tersenyum saja melihat mereka berdua dan sekarang ini dirinya juga langsung pergi untuk melanjutkan pekerjaannya itu. Atmoster yang terlihat di tempat ini cukup baik. Beberapa tim medis lain juga tengah sibuk dan sekarang ini mereka sedang menangani pasien. Sementara itu, Gio masih merasa penasaran dan rupanya perlahan dirinya mulai tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian mereka bertiga. Mema
5.0K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 190 Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
Pembalasan Manis Istri CEO

Pembalasan Manis Istri CEO

Suasana haru melingkupi kabin mobil yang ia kendarai. Di saat sedang berpelukan Yavid justru malah terangsang dengan tubuh istrinya itu. Juniornya menegang dan hasratnya tiba-tiba mengalir di aliran darahnya. “Aleya, ada yang salah,” ujar Yavid yang baru menyadari jika obat yang dicampur ke minumannya itu bukan obat untuk membuatnya meninggal. Aleya melepaskan pelukannya, “A-apa yang salah?”
103.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 94 Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dia berhijab lebar, bersimpuh memeluk nisan dan terus menangis sepanjang sore. "Lo liat cewek tadi, Nat?" "Cewek yang berpakaian kayak ninja itu? Bokapnya yang ceroboh saat nyetir jadi penyebab kematian Mama Gue, Al!" jawabnya mendengus penuh dendam. "Darimana lo tau? Bukannya lo masih seumur gue waktu itu?"
105.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 158 Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
SENYAWA

SENYAWA

Ada senyum tersungging di bibir Varo mendengar ucapan Meera. “Ga usah takut sama aku, Ra. Aku udah jinak,” ucap Varo sambil melihat Meera di pantulan pintu lift. “Iya, aku tahu, kok,” ucap Meera lagi. Ia sedikit mencengkeram tas sandang yang dipegangnya, rasanya sangat canggung di dalam satu lift dengan Varo. “Memang ada acara apa sampai harus pulang cepat, Ra?” tanya Varo penuh selidik, matanya pun ia picingkan demi melihat gerak gerik Meera dari pantulan pintu lift.
1.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 43 Vezes como seni adalah ledakan deidara
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
34567
...
10
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status