Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SANG DEWA PENYEMBUH

SANG DEWA PENYEMBUH

“Namaku Harun Al-Fatih, Eyang.” “Sebuah nama yang sangat bagus. Nama seorang hamba yang sangat mulia. Dari ceritamu barusan, kamu telah digembleng oleh keadaan yang tidak selalun indah untuk pemuda seusiamu. Dan yang terakhir, ujianmu sangat berat. Kamu dizalimi sampai ragamu nyaris mati. Namun untung, kamu belum waktunya untuk mati. Kamu ditakdirkan untuk mewarisi ilmuku. Tadi kamu bertanya, ilmu apa sajakah yang akan Eyang wariskan kepadamu? Tentu adalah ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat untuk dirimu dan untuk orang banyak. Dulu, Eyang dijuluki sebagai Dewa Penyembuh karena Eyang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan segala jenis penyakit. Ilmu itu merupakan ilmu utama yang akan Eyang war
545 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai senja bahasa sansekerta
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk Dewa

Sang Penakluk Dewa

Di mana pada dunia persilatan, bentuk tubuh serta rupa seseorang memang terkadang terlihat aneh dan tidak masuk akal. Hal itu sangat wajar karena dunia pendekar adalah dunia yang penuh dengan misteri. Raja Laksa Sharma mengukir nama Kusha pada tugu itu dengan tangannya sendiri. Dia juga menambahkan satu kalimat yang tidak akan pernah dilupakan oleh siapa pun. Yaitu, “Satria Suralaksa”. Yunla merasa sedih ditinggalkan oleh Lintang, dia menyesal tidak pernah bertanya akan ke mana tujuan bocah biru tersebut.
9.367.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai senja bahasa sansekerta
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Ia tahan sang ibu agar tidak terjadi kontak fisik. “Udah, Mah. Ngapain sih Mamah (mamah = mama, ditambahkan “h” sebagai penegasan aksen sapaan/ kata ganti) teh marah-marah segala?! Biarin aja Bi Kesih mau ngomong apa juga tentang kita.” Santi mencoba meredam emosi sang ibu. “Ini teh gara-gara kamu, Neng.” Lilis justru berbalik mencaci Santi. “Coba kamu mau berangkat ke luar negeri, nggak akan si Kesih teh berani ngomong gitu ke kita.”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai senja bahasa sansekerta
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir Putri yang Malang

Mengubah Takdir Putri yang Malang

Tiba disebuah tangga menuju bukit yang terdapat papan nama bertulis kuil yang dikelolah keluarga Xuanze. Senna melirik Pemuda beriris biru itu “Apakah biasanya kau tiba di dunia itu melalui kuil ini? Jika iya... berbeda denganku, sudah kucoba menggunakan Sen Ya berulang kali untuk kembali kesana. Sayangnya, aku hanya gagal," ucap Senna sambil menghela nafas. “Aku tak mengerti ... Sen Ya pun terasa tertidur tanpa perduli padaku. Kurasa, pilihanku padamu pun salah.”
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai senja bahasa sansekerta
Baca
+Pustaka
Status Janda, Bikin Resah!

Status Janda, Bikin Resah!

Mungkin, tak suka dengan caraku membalas perkataannya. Lagian, siapa suruh julid duluan? Kelen pikir, aku ini bakalan diam aja kayak di sineron ikan cupang? Enggak lah yau! Aku ini Siska. Janda menggoda yang tak kenal kata lemah! Wush! Angin pagi menerpa wajah dan rambutku yang sembriwing, hingga tertiup dan mengenai wajah Kang sayur.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai senja bahasa sansekerta
Baca
+Pustaka
Bahasa isyarat

Bahasa isyarat

Berbeda dengan apa yang dialaminya. "Aku suka lihat senyum kamu. Tapi sayang banget, kamu jarang senyum." Seketika senyum Abi hilang, ia mengerjap dan berakhir salah tingkah. "Senyum itu ibadah, banyakin senyum biar jodohmu dipermudah." Abi tersenyum, namun senyum dipaksa. "Bukan senyum seperti kanebo seperti itu, senyum tulus dan manis seperti tadi." Elana terkekeh.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai senja bahasa sansekerta
Baca
+Pustaka
Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

sahut Gama cepat, “Susena, bisa minta tolong?” Susena mengangguk, lalu memerintahkan tiga prajurit bawahannya, “kalian bawa tiga bocah ini mengendarai kuda..” “Siap, Gusti..” Susena kembali mengangguk, lalu ia bersiul panjang dan sangat nyaring, Bayu dan kedua sahabatnya saling berpandangan heran. Entah apalagi yang akan dilakukan para pria misterius ini, batin mereka.
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 362 kali sebagai senja bahasa sansekerta
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Tommy Rainbowisdom
Nah ini, novel fantasy yang aku tunggu-tunggu. Udah bagus, bikin penasaran lagi... Penasaran sama kelanjutan cerita Ganendra, Ayunda, dan karakter-karakter lain. Settingnya juga oke punya ... Ada kota favoritku, Palangkaraya. Cepet-cepet update, Thor!
fatekhatur rohmah
Temponya emang gak terlalu cepat, pelan tapi udah ada kejutan di bab-bab awal dan bikin penasaran. Dialognya bagus dan penulis bener2 pas ngasih momen yang bikin aku kaget alias ga buru-buru. Masih belum bisa ditebak tokoh jagoannya yh mana nih, plis deh yg kayak gini jangan cepet2 tamat
Baca Semua Ulasan
Rahasia Senja

Rahasia Senja

ledek Asta. "Parah, malah lu ledekin. Bisa aja kan, dia beneran jago," ujar Senja dengan senyum di wajahnya. "Ya, gua rasa juga dia jago. Apa lagi kalo ngerese, nah! Dia juaranya," sambung Asta.
9.97.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai senja bahasa sansekerta
Baca
+Pustaka
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

Max tersenyum mengusili. "Bagus, Thomas, bagus. Aku suka caramu," kata Bree. Padahal aku memang kebingungan. "Mama bilang Sadhaka dan Sanghara merupakan salah satu dari dasanama angin dan air dalam bahasa Jawa. Gesa artinya kekuatan dan Sadhaka artinya angin. Jadi satukan saja dan kau akan dapatkan artinya. Junko berarti murni dan Sanghara artinya air. Silakan dipahami."
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai senja bahasa sansekerta
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

sahut Pak Nawawi dengan logat Jawanya. "Neriman itu apa ya, Pak?" tanya Larasati penasaran. Memang dia tidak tahu sama sekali dengan bahasa Jawa. Karena dia asli Sumatera yang merantau di Jakarta. "Nrimo ing pandum, Nduk Laras," jawab Pak Nawawi. "Si Laras jangan diajak ngomong bahasa Jawa, Pak, bisa ngambek lagi loh kayak kemarin. Hehe," sahut Pak Rahman.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai senja bahasa sansekerta
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status