Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dijerat Mantan Suami Agar Aku Mau Kembali

Dijerat Mantan Suami Agar Aku Mau Kembali

*** Senja mewarnai langit dengan gradasi oranye menciptakan keindahan langit sore yang menenangkan. Namun, ketenangan itu tak lantas menjalar ke dalam hati Hazelt. Ia tengah duduk berhadapan dengan Tuan Rich Trevor dan nyonya Karen di ruang dipan yang nyaman, namun pikirannya tetap saja berkecamuk.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
Terbuai! Jarum Magis Mas Wira

Terbuai! Jarum Magis Mas Wira

Aroma harum yang sangat lembut dan menenangkan, mirip wangi bunga sedap malam setelah hujan langsung merebak memenuhi indra penciuman Wira. "Aku baru ingat," bisik Senjana seraya mencondongkan tubuhnya sedikit ke arah Wira. Jemari lentiknya yang dingin terangkat, menunjuk ke arah pundak kanan Wira yang terbuka. "Apa ini tato yang menyala merah malam itu?"
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
Istri Kampungan Yang Disembunyikan CEO Arogan

Istri Kampungan Yang Disembunyikan CEO Arogan

Sesaat ia menatap ke bawah sana, tampak cairan kental milik Ziko yang masih menempel hingga ke pahanya. Ia meringis menahan sakit dan perih di bagian sensitifnya. Terlihat juga bercak darah menghiasi sprei berwarna putih itu, membuat Senja menangis melihat pemandangan di bawah sana. Kesucian yang selama ini ia jaga, kini telah di direnggut oleh lelaki yang tertidur pulas di sampingnya. Hari sudah semakin larut malam, namun Senja harus segera kembali ke rumah. Ibunya pasti akan sangat mengkhawatirkannya saat ini. Pikirnya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
Aku Tak Ingin Menjadi Yang Kedua.

Aku Tak Ingin Menjadi Yang Kedua.

*** Senja menyapa, hari ini bergulir begitu cepat, matahari condong ke arah barat, berkas kemerahan meyorot taman di mana Nisa duduk termenung sendiri. Kumandang Adzan Sayup-sayup terdengar, memanggil para penduduk bumi untuk bersujud diantara pergantian waktu ini. "Non, udah Adzan, ayo solat dulu," suruh Mbok Darmi, wanita tua yang merawat Nisa sejak bayi.
1025.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 585 kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Si Manis sudah tertidur semenjak api unggun kecil sudah menerangi mulut gua. “Tidurlah,” ujar Mamak Jambul sembari tersenyum simpul. “Kau enggak tidur?” tanya Baramundi. Mamak Jambul menggeleng. --- Sepagi yang dingin manakala matahari sinarnya tepat menyorot wajah Senala. Gadis itu mengucek-ucek kedua kelopak matanya. Hangat sinar mentari pagi masih terasa di kulit wajahnya.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

Langit melirik sekilas, lalu kembali fokus pada ponselnya. Dingin, seperti biasa. Senja tak mempermasalahkan. Ia sudah terbiasa menghadapi perubahan sikap pria itu. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia mengambil sepotong sandwich dan mulai memakannya. Tak lama kemudian, Winda dan Oma Hanna keluar dari kamar. “Pagi, Oma,” sapa Senja ramah. “Pagi,” balas Oma Hanna. Tatapannya mengamati Senja dari atas ke bawah. “Kamu sudah rapi, mau ke mana?”
1013.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Mengelus lembut rambut perempuan terhebatnya itu dan mengecup puncak kepalanya penuh cinta. “Terima kasih sudah ada dan mau berkomitmen untuk menemaniku di usia senjaku, Sayang. Kamu adalah matahari pagiku, matahari yang menyadarkan aku bahwa di ujung senja yang kemudian menggelap itu, masih akan ada mentari yang bersinar cerah keesokan paginya. Dan mentariku adalah kamu.” ----------------------------------------- END ------------------------------------------
9.9266.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.0K kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Batinya. Matahari telah menampakkan pesonanya. Embun membasahi bumi. Ayam jantan saling bersahutan berkokok. Menyambut pagi ini dengan penuh keceriaan. Perjalanan kali ini terlihat senggang. Mungkin, karena masih pagi. Fikir Raka. Mengemudikan mobilnya menuju bandara Soekarno-Hatta.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

Meskipun hanya menampakkan siluet badannya karena terhalang pantulan cahaya lembayung sore tapi Meera hafal betul pemilik suara itu. “Saya baru selesai shalat Magrib, Pak,” ucap Meera berusaha setenang mungkin dengan sedikit mencengkeram ujung pakaiannya melampiaskan perasaan gugupnya. “Bukan itu, kenapa baru pulang kantor?” tanya Varo lagi lebih memperjelas pertanyaannya. “Jam enam tadi saya baru selesai mengetik semua berkas untuk meeting besok, Pak,” jawab Meera lagi.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
Pengantin Samudera

Pengantin Samudera

Sena menatap semua keseruan itu dengan duduk di gazebo kecil. Sena memilih tidak ikut bermain air laut, ia sudah merasa bahagia menatap kegembiraan teman-temannya. Sore hari sebagian besar anak sudah kembali ke hotel untuk membersihkan diri, hanya Sena, Bimo dan Irma yang masih ingin betah duduk di Gazebo, mereka ingin melihat pemandangan matahari terbenam. “Indah ya?” kata Irma setelah melihat matahari berwarna orange yang hampir tenggelam.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai senja di sore hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status