Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ditiduri Majikan

Ditiduri Majikan

dada Pak Fandi sampai bergerak naik turun karna amat emosi. “Saya juga tidak tau, Pak. Tapi sudah biasanya ibu pergi setiap jam sembilan pagi. Kalau bapak ingin bertemu dengan ibu, bapak ke sininya jam empat sore saja. Biasanya ibu sudah ada di rumah jika jam sore,” tutur pak Saidi. Untuk sesaat pak Fandi mencoba loading. “Sejak kapan dia suka bepergian?” “Sudah lama ibu selalu pergi, Pak.”
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 709 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menjadi Istri CEO

Dipaksa Menjadi Istri CEO

"Papa kamu hari ini akan pergi ke Bogor. Nah, Mama akan ikut kamu ke kantor. Mama bosan di rumah terus." Bibir Eiden terlihat sedikit terbuka. Ia heran dengan kelakuan ibunya. Kalau hanya untuk memberi tahu perihal itu, setidaknya masih bisa menunggu ia selesai bermesraan dengan istrinya. Kekesalannya semakin menjadi saat melihat wajah ibunya dengan tidak merasa bersalah sama sekali. Tidak tahukah ibunya, kalau dia sudah jamuran menunggu hanya untuk memadu kasih. Tapi saat waktunya tepat malah diganggu. "Hanya itu, Ma?" tanya Eiden memastikan. Wanita itu menggeleng dan pergi sambil menebar senyum.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Dokter Jenius Milik CEO Arogan

" Amber benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum karena penggambaran kata-kata ibunya terlalu tidak sesuai dengan Ian. Melihat tingkah laku Amber yang tidak berperasaan, ibu Amber menjadi semakin gelisah. "Bisakah kamu menganggap ini lebih serius?!" Amber mengangguk, lalu berkata, "Mengapa kalian berdua ada di sini hari ini?" Orangtua Amber biasanya mengurus toko dan umumnya sangat sibuk. Dalam kondisi normal, mereka tidak akan pergi ke tempat lain.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Enggan Punya Anak

Enggan Punya Anak

Hebat sekali. Satu hal yang kusadari dari semua ibu yang memiliki anak bayi maupun balita. Mereka selalu berjalan dengan sangat cepat seperti dikejar waktu meskipun hanya melakukan hal kecil yang tidak begitu penting. “Sendirian ke sini, Far? Suamimu masih kerja di perusahaan A?” “Iya, Mbak. Masih. Alhamdulillah, gajinya udah tetap. Sering dapat bonus juga.”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Terjebak Skandal Panas dengan Putra Suamiku

Terjebak Skandal Panas dengan Putra Suamiku

kelakar Leta. "Aneh-aneh aja kamu, gini-gini Ibu itu cuma manusia biasa. Kapan aja bisa marah kalau udah benar-benar emosi. Udah ya, masalah abangmu nanti biar Ibu yang urus. Besok jadwal kamu pergi ke posyandu, kan? Mau Ibu antar lagi?" Leta menggeleng dengan cepat. "Nggak usah, Bu. Aku pergi sendiri aja."
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Saat Istri Memilih Pergi

Saat Istri Memilih Pergi

"Oh, tidak apa-apa. Tumben biasanya kalau jalan-jalan begini bersama, Papa. Kemana papanya?" "Papa lagi kerja di luar negri, ada masalah. Bu," jawab Naura pada Ibu itu. Membuat Arum tersenyum melihat tingkah Naura. "Begitu," Ibu itu melengos, mendengar ucapan Naura. "Naura, sudah. Nak." Arum menenangkan Naura. "Tidak Ma, wanita ini hanya memancing buat kita marah." Hening.
1059.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah

Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah

"Setelah ketiga peserta selesai, bolehkah aku ikut? Yang aku lakukan pasti akan lebih baik daripada wanita busuk ini. Setidaknya, aku nggak akan membuat ibuku, suamiku, dan putraku membenciku." Aku mengingat wajah orang yang berbicara itu dan tersenyum tipis. "Nggak ada yang ingin aku katakan. Mari kita mulai saja." Ibuku adalah orang pertama yang duduk di bangku persidangan. Wajah ibuku memerah karena terlalu antusias. "Halo semuanya, aku seorang ibu tunggal." "Agar putriku bisa belajar dengan baik, aku mengambil tiga pekerjaan dalam sehari."
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Takdir Istri Pengganti

Takdir Istri Pengganti

ujar Yogi. “Mama, dari mana?” tanya Risa seraya menghampiri Ibu Airin. “Maaf ya, Sayang. Mama pergi nggak bilang-bilang. Mama sama Papa pergi ke taman untuk jalan-jalan pagi, supaya nanti jika cucu Mama lahir bisa gendong dan bermain dengannya,” tutur Ibu Airin.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Ganjaran Untuk Mantan Menyebalkan

Ganjaran Untuk Mantan Menyebalkan

"Mama dan papa akan berangkat dari rumah mereka. Jadi kita ke sana bertiga saja. Benar Ibu tak mau ikut? Kenapa?" Tadi pagi aku telah menjemput Ibu dari rumah saudaranya. Sekarang, sepertinya ibu juga masih di kamarnya usai kami beranjak dari dapur sama-sama. "Ibu nggak ikut, Mas. Katanya dia agak segan gitu. Lagipula ini acara para pengusaha kata Ibu juga." "Ya tak apalah, itu tak begitu melarang siapa yang datang. Lagipula, ibu itu ibu kita."
43.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status