Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKU BUKAN MENANTU IMPIAN

AKU BUKAN MENANTU IMPIAN

jawab sang ibu mantab. "Hah. Kenapa nggak bilang sama ayah Bu? Ayah juga kangen sama cucu. Ingin ketemu cucu. Kenapa pergi sendiri?" tanya sang ayah. "Nggak habis pikir. Istrimu itu, bisa-bisa nya makan kenyang sendiri di rumah orang tuanya, sedang suaminya sendiri di rumah tidak di urusnya!" "Jadi ibu ngapain kesana?" tanya pak Angga lagi.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua Seorang Ibu

Kesempatan Kedua Seorang Ibu

" Cukup ma! Nerlina masih ada. Dia cuma pergi sebentar, pasti dia akan kembali." "Dia tidak cuma pergi," potong Nyonya Hartono cepat, suaranya meninggi sedikit, lalu segera menunduk. "Dia pergi karena Mama sendiri yang mendorongnya untuk pergi dari sisi mama." Raisa menghela napasnya, tatapannya tajam ke arah sang ibu. "Sudahlah ma, Nerlina sudah besar. Kalau dia mau pergi memangnya kenapa? Bukankah dia dari dulu memang selalu hidup sendiri?" ujar Raisa, sedikit kesal.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Istri Palsu Tuan Presdir

Istri Palsu Tuan Presdir

"Mommy ke mana sih? Kok belum pulang?" Sejak tadi Ruth berjalan mondar-mandir seperti tidak tenang. Entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak dan selalu terpikirkan pada sang ibu? Tak biasanya wanita tua itu berpergian tanpa berpamitan padanya. "Apa mommy bertemu daddy?" gumamnya lagi.
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 843 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Ayo Kita Menikah, Pak CEO

Ayo Kita Menikah, Pak CEO

ucap ibu itu lirih. "Tidak apa-apa. sudah biasa," "Orangtua mu pasti bangga melihat kamu tumbuh besar dan sehat seperti ini. Tetaplah bahagia agar orangtua mu juga bahagia di surga. Kalau begitu saya pergi dahulu" ucap Ibu itu. Sebenarnya ia tengah terburu-buru, tapi entah mengapa berbicara dengan Keyra membuatnya tertarik.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Mr. Devil

Terjerat Cinta Mr. Devil

Rona protes atas sikap ibunya yang tidak melibatkan kepergiannya. [Ibu buru-buru, dan ibu pergi dengan ayahmu, lagi pula kamu sudah dewasa dan lebih sering sibuk dengan teman-temanmu, untuk apa kamu mengetahui ke mana pun ibu pergi?] Heba juga protes karena putrinya itu lebih sering mengedepankan komunitas sosialitanya daripada bercerita dengan ibu kandungnya sendiri.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN KEDUA

PERNIKAHAN KEDUA

"Tapi rupanya kini kau telah berubah. Kau bahkan telah berani mengambil keputusan terbesar dalam hidupmu. Ibu rasanya tenang meski harus pergi. Kiara pasti akan baik-baik saja bersamamu." Refleks, aku menghentikan gerakan tanganku memijat Ibu. Kalimat barusan membuat dadaku berdesir dan perasaan tak nyaman menelusup masuk. Kenapa Ibu bicara seperti itu? "Memangnya Ibu mau kemana?" Suaraku pastilah bergetar. Ibu malah tersenyum. "Ya, siapa tahu saja Ibu tiba-tiba harus pergi, mengantar Rani kuliah di luar kota, atau diajak Papamu liburan yang jauh."
9.721.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 511 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Dibeli Mafia Kejam

Dibeli Mafia Kejam

Ucap bibi Alice tersenyum kecil. "Masuklah bu.Apa ibu datang sendirian?."Alona menghampiri ibu mertuanya. "Ayah mu sedang ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Bagaimana kalau kita pergi jalan jalan?Ibu sepertinya butuh sedikit hiburan."Wanita paruh baya itu menatap ke arah menantunya yang sudah seperti putrinya sendiri. "Ide bagus bu.Aku akan memberi tahu Alex terlebih dahulu."
1035.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 808 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Berbagai pertanyaan dan dugaan mulai muncul di benakku, diringi wajah Ryan yang masih terus menerus melintas. *** "Barra! Ibu pergi keluar dulu ya. Ibu mau pergi berbelanja ke pasar. Makan malam sudah Ibu siapkan." Ucap Ibu di depan kamar Barra dan kemudian mengambil tas belanja dan berjalan keluar rumah. "Ah iya Ibu... Hati-hati di jalan." Jawab Barra sambil bergegas keluar dari kamarnya. "Hah! Apa-apaan itu!? Mengapa jadi seperti aku yang menjadi orang asing disini." Keluhku dari dalam kamar, setelah mendengar bahwa Ibu hanya berpamitan dengan Barra.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Aku mencoba membujuk Ibuku untuk berangkat, karena aku tahu, bahwa Ibu butuh hiburan yang seperti ini, hiburan yang membuatnya sejenak melupakan masalah warung yang dia jaga selama ini. Akhirnya Ibu tersenyum dan mengangguk, terlihat dari raut wajahnya yang terpancar aura yang positif dan senyum yang sumringah, Ibu kemudian berjalan ke dalam rumah untuk mengganti bajunya dengan baju yang lebih bagus, karena dia akan berkumpul dengan para warga lain disana. “Ya udah hati-hati ya jaga nya jang, Ibu berangkat dulu,” kata Ibuku sembari melangkahkan kaki ke arah Gor yang lokasinya tepat berada di tengah-tengah kampung.
9.8682.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.9K kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

Sudah menjelang Magrib, tapi belum juga ada tanda-tanda wanita yang kini bergaya bak sosialita itu menunjukkan batang hidungnya. Perasaanku menjadi khawatir takut terjadi apa-apa dengan Ibu, tak biasanya Ibu pergi selama ini, dan akupun tak tahu Ibu pergi bersama siapa. Biasanya Ibu pergi hanya makan bakso yang berada tak jauh dari rumah, atau ke rumah Bude Darmi, tapi sudah sejak lama Ibu tak bertemu dengan beliau. Gawainya aktif waktu aku mencoba menghubunginya, namun tidak ada jawaban padahal sudah kali ke sepuluh aku menelfonnya.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 851 kali sebagai seorang ibu biasanya pergi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status