ISTRIKU DISIKSA SAMPAI GILA
Aku manggut-manggut, lalu duduk di kursi makan.
"Emang Mama biasanya pergi kemana, Mbok?"
"Biasanya hanya pergi ke yayasan."
Setelah tahu mama sedang pergi, tiba-tiba muncul ide di kepalaku.
Bergegas aku ke pintu depan, niat hati ingin pergi sebentar menemui Bang Sandi tapi lagi-lagi aku kecewa karena aku tak bisa membuka pintu rumahnya.
"Pintunya dikunci ibu dari luar, Non," kata si Mbok lagi.