Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menyerah

Menyerah

Pov Elman "Mau apa dia kesini?" Tanya Nira dingin. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang. Edan Dita, kenapa dia nekat datang ke sini? Bisa ngamuk Nira nanti, kalau hanya ngamuk, kalau langsung kabur gimana? "Mau bicara sama Bu Nira," jelas Suster Sari, yang masih berdiri di depan pintu.
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 585 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Berondong Buleku

Berondong Buleku

tanya Satria, namanya tertera di seragam coklatnya itu. "Iya, betul Pak. Mari," pamit Luna sambil menunduk pelan. Matahari begitu menyengat hingga baru sebentar saja Luna berdiri menunggu angkutan, keringatnya sudah bercucuran jatuh dari pelipisnya. Luna menyekanya, nafasnya sedikit tersengal, perutnya yang semakin besar membuat ia kesulitan bernafas. "Lama juga angkotnya," keluh Luna dan pada saat itu netranya menangkap masjid di seberangnya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

kata Tante Vita sambil mengeluarkan daftar nama dari catatan ponselnya. Bu Ria menyodorkan nama pertama: “Nehuda Priyasmara Wijaya! Bagus, ya? Artinya pria yang tangguh penuh cinta!” Rafasya langsung mengernyit. “Ma, itu kayak nama panglima perang zaman kerajaan Majapahit.” Tante Vita tak mau kalah. “Kalau menurutku Namzareth Dominico Wijaya. Unik, berkelas, internasional!”
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 393 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
HYANG YUDA

HYANG YUDA

] (1)Girilaya dalam bahasa sansekerta berarti bukit pemakaman. (2)Wasi dalam bahasa sansekerta berarti biksu, pertapa. Hyang Yuda akhirnya mengerti kenapa di siang hari tadi ketika melewati jalan yang sama, dirinya sama sekali tidak menyadari keberadaan Nagendra maupun bau menyengat dari darah para korban Nagendra. Tanah itu merupakan tanah suci di mana aura gelap dari Nagendra dan Durbiksa biasanya akan tertutupi. Tapi malam ini, angin yang berembus sedikit kencang tidak bisa menyembunyikan bau memuakkan dari darah para korban Nagendra dan membuat Hyang Yuda yang menghirupnya merasa terganggu.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

Ucap Dewa. "Kamu nampaknya sakit, Nak. Wajahmu pucat. Memangnya habis dari mana?" "Iya Pak, cuma kecapaian. Lemes banget!" balasnya. Dewa menatap datar ke jalan aspal. Lalu lalang kendaraan berasap semakin padat. Sebagian dari mereka berhenti di pinggiran pedagang kaki lima. Ada pula yang lurus ke turunan tajam, arah Bandongan atau kota Magelang, atau lurus ke atas tanjakan menuju ke arah pasar Kaliangkrik, Kajoran, dan lainnya. Memang pasar Beseran diapit oleh tanjakan dan turunan, jadinya di sana terkadang rawan kecelakaan.
9.97.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Mengamati beberapa nisan yang memang sudah lama berdiri di sana. Bahkan ada satu dua nisan yang sudah ada sejak 100 tahun yang lalu. Semua barisan nisan itu Sebagian besar memiliki kata Pranadipta di belakang nama mereka. Selanjutnya kedua netra Wanita itu mengangkap sebuah nisan baru yang terletak di sebelah kanannya. Saat melihat tanggal meninggalnya, Serra menghitung mundur dan baru menyadari bahwa jasad yang terkubur di dalamnya berusia dua tahun. Masih relative baru. Akan tetapi ada hal yang membuat Serra merasa janggal. Mengapa tidak memiliki nama belakang pranadipta? Dalam nisan itu bertuliskan sebuah nama yang menurut Serra cukup bagus. “Nindira Ayu Prameswari” “Kalau yang ini, siapa
9.8965.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37.7K kali sebagai seraya
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Sinar Rembulan
Terima kasih kepada kakak-kakak yang telah membaca cerita Istri yang Terpaksa Kau Nikahi ini. Jangan lupa vote dan komen ya! See you di cerita yang baru 🤍 untuk visual character tokoh dalam buku ini bisa kunjungi IG author di @sinarrembulann. Thank you.
Aurora Aurora
nyesek baca di bab 99 RUNTUH... Hiks...hiks .. ikut nangis... terharu nyesek banget , Uda ga jujur di awal berjuang sendiri untuk mencintai, tapi belum dapat kepastian dari Gama ... yang masih belum bisa lepas dari masa lalunya.. Memang ga enak kalau hadir bukan sebagai orang yang pertama...
Baca Semua Ulasan
CERAI

CERAI

Ya Allah Aden, Pak Sofyan sudah lama tidak bertemu. ucap bu sari. Ayo, Silakan masuk Pak, Denn. Sofyan memasuki kediaman Zaira dan Bu sari. Setelah itu menyusul Reza dari belakang sambil mencium punggung tangan bu Sari. Walaupun wanita itu adalah pekerja nya dulu, tetapi rasa hormat nya kepada orang yang lebih tua darinya tetap ia jaga.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

Akhirnya Lana menemukan jawaban yang tepat dan mengirimkan pesannya. "Menarik juga, Mas Rei. Emang kita mau makan siang di mana?" Balas Lana mengirimkan pesannya. Terlihat Rei tengah mengetik balasannya. Gadis itu menanti dengan berdebar. "Ke Kedai Mama aja yuk, di Jalan Sirsak... Tau nggak? Di Sana mau makan Indonesian food ada, mau makan yang Ala Western juga ada... Gimana menurut kamu?"
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Impian Dan Cinta Di Korea

Impian Dan Cinta Di Korea

Om Rudi tersenyum saat mengatakannya. “Iya, Om. Rey harus mandiri. Selama ini untuk kebutuhan pribadi Rey banyak dibantu oleh Bi Siti,” aku Reyka. Rudi segera membayar makanan dan mengajak Reyka menuju tempat selanjutnya. Kali ini, Rudi mengajak Reyka untuk salat di masjid pusat Seoul. Bangunan ini berada di daerah Itaewon dan merupakan satu-satunya masjid yang berdiri di Seoul.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Sang KAISAR PRODEO

Sang KAISAR PRODEO

Segera saja dia melesat keluar dari Vila itu, melalui pintu belakang "Kurasa cukup dulu pengintaian kali ini. Karena limit waktu tinggal 15 menit lagi', bathin Garry. Garry pun melesat keluar dari vila, melalui tembok samping pembatas lahan. *** Sementara di wilayah Samphran, yang terletak di sebelah barat kota Bangkok. Nampak sebuah kuil yang sepi dari pengunjung. Sebuah menara berwarna merah muda berlantai 17, berdiri dengan kokoh di sana. Banyak terdapat patung-patung budha yang terbuat dari emas. Baik dari yang berukuran raksasa, hingga patung emas yang terkecil.
1035.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 896 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status