Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

assistant"> Pagi di Taman Fajar Bara tidak berhenti di rasa cukup. Ia tidak memuncak, tidak juga berakhir. Ia justru… membuka sesuatu yang lebih sunyi lagi. Sesuatu yang bahkan tidak meminta untuk dimengerti. Beberapa waktu setelah rasa cukup itu menyelimuti taman, para jiwa mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Bukan perubahan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

--- Bayangan Inti Lama Tiba-tiba, cahaya emas di sekitar mereka meredup. Sebuah gema terdengar, dalam, menyeret, seakan berasal dari lapisan terdalam ruang yang belum lahir. > “Kalian pikir bisa menulis ulang? Tidak ada pena, tidak ada tinta. Hanya napas yang abadi. Aku tidak mati—aku hanya menunggu bentuk baru.” Suara inti lama. Bukan sekuat dulu, tapi lebih mengakar—seakan ia kini menyusup ke jaringan dasar semesta baru itu sendiri.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

“Ada kota-kota yang tetap ramai meski kehilangan satu lampu di sudut jalannya mungkin memang begitu cara dunia bekerja Sesuatu bisa hilang tanpa benar-benar mengubah apa pun Anehnya, sejak satu suara tak lagi kutemui beberapa ruangan mendadak terasa terlalu luas kopi masih pahit seperti biasa buku-buku masih tersusun rapi dan jam dinding tetap berdetak tanpa dosa Hanya saja ada yang berbeda pada cara sunyi duduk di sebelahku sekarang Barangkali manusia memang baru paham arti kehilangan
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Without You [Indonesia]

Without You [Indonesia]

"Kedatangan, dan kepergian. Keberadaan, dan tanpa keberadaannya, rasanya beda." Lingga terdiam mendengarnya. Yang dikatakan Sheza memang benar. Semua itu, adalah salah satu bagian kehidupan, yang seharusnya dari awal bisa ia syukuri keadaannya. Tapi namanya manusia, terkadang merasa bosan atau tidak sadar dengan apa yang tengah terjadi. Iapun mengangguk pelan, tanpa melepas pandangannya dihadapannya.
1033.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 778 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Angkasa Merah di Kota Kertas

Angkasa Merah di Kota Kertas

Atau lebih tepatnya, kemarin. “Kami kembali tinggal bersama seminggu ini,” jelasnya. “Dan dia baru saja pergi. Dan kau tahu apa yang pedih? Aku tidak merasa seperti saat pertama kali dia pergi. Aku justru merasa: ‘dia pergi? Oh. Hati-hati’—semacam aku merelakannya begitu saja. Aku bahkan tidak mencoba memaksanya bertahan. Dan ibuku, rasanya sama sepertiku, seolah, kau tahu, ikatan kami sudah lama terputus. Kami tidak lagi punya sesuatu yang mengharuskan kami tetap bersama. Jadi... entah. Seminggu ini, rumahku terasa aneh. Seperti punya orang asing di rumahmu.” Aku tak tahu sedang memandangnya seperti apa. Barangkali aku ikut sedih, tetapi kusadari aku tidak sungguhan merasa seperti itu.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Yang tak terlupakan

Yang tak terlupakan

ucapa Tama . " Ah Yaudah kalau gitu, hati hati ya " jawab Manda . Tama pun pergi meninggalkan Manda dan Manda segera bergegas ke dalam rumah nya Di dalam kamar Manda terduduk diam sambil memikir kan seperti nya Tama masih ada rasa terhadap nya, namun di sisi lain Manda pun tidak tau perasaan nya seperti apa . Sejak ke pergian Wahyu Manda jadi tidak bisa menaruh rasa seperti dulu, setiap kali Manda bertemu dengan orang orang yang menaruh rasa untuk nya Manda selalu membalas sekedar nya .
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Setelah Rasa Itu Sirna

Setelah Rasa Itu Sirna

Semua orang bersenang-senang, lalu pulang dengan hati yang gembira. Saat kembali ke apartemen, barulah aku sadar ponselku penuh dengan pesan masuk dan deretan panggilan tak terjawab. Baterai ponselku bahkan hampir habis.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Dia pun menghela napas pelan dan berkata lirih, “Lisa… aku hanya bisa membantumu sampai di sini.” Tiga hari berlalu sejak jenazahku dikremasi. Setelah puas bersenang-senang beberapa hari, Penny pun pulang ke rumah. Melihat Billy dan Reza duduk di ruang tamu, dia langsung manja seperti biasa, melompat ke arah mereka sambil berbicara manis, “Kakakku tersayang, kalian sibuk sekali akhir-akhir ini, sampai nggak sempat menemaniku. Penny kangen sekali dengan kalian.”
8.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Perasaan Setelah Jadi Abu

Perasaan Setelah Jadi Abu

Kirana berteriak dan memaki Candra sambil menangis. Namun, Candra malah tertawa sinis dan berkata dengan nada mencemooh, "Ini trik barunya, ya? Pura-pura menghilang supaya aku merasa bersalah? Ah. Sungguh murahan." Air mata membuat pandanganku kabur. Ketika Candra mengatakan hal itu, perasaanku padanya benar-benar mati.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat

Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat

"Selamat ulang tahun. Semoga seiring bergantinya tahun, kamu selalu diliputi kedamaian dan kebahagiaan." Aku mengusap air mataku, lalu mengangguk dengan mantap. "Terima kasih. Aku pasti akan bahagia!" Setelah semua badai dan gelombang besar itu berlalu, kini aku siap menyambut kehidupan yang baru.
9.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai setelah tiada baru terasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status