Angkasa Merah di Kota Kertas
Atau lebih tepatnya, kemarin.
“Kami kembali tinggal bersama seminggu ini,” jelasnya. “Dan dia baru saja pergi. Dan kau tahu apa yang pedih? Aku tidak merasa seperti saat pertama kali dia pergi. Aku justru merasa: ‘dia pergi? Oh. Hati-hati’—semacam aku merelakannya begitu saja. Aku bahkan tidak mencoba memaksanya bertahan. Dan ibuku, rasanya sama sepertiku, seolah, kau tahu, ikatan kami sudah lama terputus. Kami tidak lagi punya sesuatu yang mengharuskan kami tetap bersama. Jadi... entah. Seminggu ini, rumahku terasa aneh. Seperti punya orang asing di rumahmu.”
Aku tak tahu sedang memandangnya seperti apa. Barangkali aku ikut sedih, tetapi kusadari aku tidak sungguhan merasa seperti itu.
Bab Populer