Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Nafsu Kakak Tiri

Terjerat Nafsu Kakak Tiri

Dan tak ada jalan kembali. Kanara melangkah pelan menuju kamar mandi, suara langkah kakinya nyaris tak terdengar, tapi dentuman di dadanya seolah memekakkan telinga sendiri. Setiap detik terasa begitu lambat, setiap helaan napas seperti membawa beban yang semakin berat.
1041.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
Langkah di Jalan Keabadian

Langkah di Jalan Keabadian

"Tidak ada batas waktu. Kalian boleh berhenti kapan saja…" Tanpa aba-aba tambahan, seorang pemuda melangkah lebih dulu. Begitu kakinya menginjak anak tangga pertama, tubuhnya langsung merosot setengah inci. Ia terkejut, buru-buru menyalurkan qi ke kakinya agar tidak tersungkur. Yang lain mulai mengikuti. Langkah pertama masih bisa ditahan. Langkah kedua mulai terasa berat. Pada langkah ketiga, beberapa wajah sudah memucat, keringat mengalir di pelipis.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Saat musik perlahan mengalun, dan tirai dibuka, dunia seolah berhenti. Andini melangkah anggun di kanan kirinya tangannya sang ayah dan kakaknya ikut mengiringi langkah. Pelan tapi pasti langka demi langkah itu seolah akan mengantarkan Andini pada lembaran kehidupan yang baru. Satu langkah. Dua langkah. Setiap langkahnya bukan sekadar menuju pelaminan, melainkan menapak seluruh perjalanan hidupnya,air mata, luka, kehilangan, dan ketakutan yang akhirnya dia lalui.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Dua langkah. Setiap langkah terasa berat, seolah kegelapan di sekitarnya mencoba menahannya. Semakin jauh ia berjalan, semakin kuat perasaan bahwa ia tidak sendirian. Ada sesuatu yang memperhatikannya dari kejauhan—tanpa suara, tanpa bentuk. “Aku di mana…?” bisiknya. Air mata mulai menggenang di matanya. Nafasnya memburu, dadanya sesak. Ia ingin kembali. Ia ingin bangun. Ia ingin cahaya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

“Jadi itu bukan pilihan kamu.” Tatapannya semakin dalam dan fokus. “Sekarang, aku mau kamu yang benar-benar memilih.” Langkahnya bergerak pelan. Kaki telanjangnya menyentuh lantai dingin, meninggalkan jejak air di belakangnya. Satu langkah, lalu satu lagi, setiap gerakannya terasa mantap, seolah tidak memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk ragu.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 600 kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Lyra berlutut, menyembunyikan wajahnya di balik kedua tangannya. Tiba-tiba, jurnal kecil di tangannya bersinar. Sebuah tulisan baru muncul di halaman pertama dengan tinta ungu yang berkilauan, 'Jangan berhenti berjalan. Karena setiap langkahmu adalah bukti bahwa pengorbananku tidak sia-sia.'
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
Mimpi Cinderella

Mimpi Cinderella

Nah, ada, kan, nilai plus-nya? Oke, skip! Sekarang langkahku tepat berada di depan ruangannya. Kepala sudah kutegakkan dan memandang lurus ke depan. Melangkah mantap mirip team pengibar bendera 17 Agustus-an. Satu dua tiga empat Lima enam tujuh delapan Kiri kanan kiri kanan kiri kanan "Hei, kamu! Berhenti!" Sebuah suara bernada tegas memaksaku menghentikan langkah.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

suara bass menghentikan langkahku. Satu detik, Dua detik, Tiga detik, Hingga di detik ke sepuluh aku kembali melangkah. "Maaf." Satu kata, tak ayal membuatku kembali menahan diri. "Aku rindu. Tidak. Sangat rindu. Sampai rasanya dada ingin pecah menahannya."
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
There Is No Blessing In My Marriage

There Is No Blessing In My Marriage

setiap langkahku dimana suatu saat aku merasa ragu aku hanya perlu mengikuti kata hatiku dan lakukan jika itu benar tapi kalau itu adalah jalan yang salah maka tinggalkansetiap langkahku dimana suatu saat aku merasa ragu aku hanya perlu mengikuti kata hatiku dan lakukan jika itu benar tapi kalau itu adalah jalan yang salah maka tinggalkansetiap langkahku dimana suatu saat aku merasa ragu aku hanya perlu mengikuti kata hatiku dan lakukan jika itu benar tapi kalau itu adalah jalan yang salah maka tinggalkansetiap langkahku dimana suatu saat aku merasa ragu aku hanya p
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

jawabku. Mereka akhirnya mengerti dan hanya bisa membantu dengan doa. Aku melanjutkan langkahku ke rumah Citra. Wala hanya lima langkah tapi rasanya jauh sekali, hatiku berat melangkah ke sana. Pintu rumah Citra terbuka lebar. Sesampai di sana aku langsung masuk aja dan menuju ruang tengah. Kudapati Ibu Mertua tengah memeluk Citra sambil mengipasinya. Mereka berdua menatapku penuh kebencian. Dan aku hanya berdiri di hadapan mereka, menantikan apa yang akan terjadi.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai setiap langkahku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status