ENAK, PAK DOSEN!
"Oh ya? Siapa yang mengeluh kemarin pagi, katanya pinggang ingin patah dan lainnya?"
Damar terkekeh mendengar ucapan sarkastik dari bibir Diana. "Oke, oke, aku salah. Tapi, Sayang, se*ks adalah kebutuhan. Kau tahu itu, aku paling tidak suka menunggu lama-lama," balas Damar, menyeringai jenaka.
"Ah, Mas!" Diana erkejut ketika Damar tiba-tiba memutar tubuhnya perlahan agar mereka berhadapan.
Hot Chapters