Mengapa Kau Membenciku?
Entah mengapa Leon merasakan desir halus dalam batinnya, ingin sekali digapainya jari jemari yang lentik yang tak jauh darinya itu, perasaannya kini carut marut tak menentu.
Deg..deg…deg…
“Ya Allah ingin rasanya meraih tubuh itu, memeluknya, memegangnya, meraih wajahnya yang jelita!” Batin Leon
Tangannya berasa gatal sekali karena apa yang ada dalam benaknya itu masih belum dapat terealisasikan dalam kenyataan. Setelah cukup puas bermain-main dengan ikan koi, maka Leon mengajak Sinta untuk menyantap hidangan makan siang, Leon sengaja memesan meja yang berada di halaman belakang, karena langsung bersentuhan dengan alam serta dekat dengan air mancur. Beberapa menu telah disajikan di atas meja,
Bab Populer