Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

Mama Sofiya menggeleng, "Tidak boleh, Nak! Kamu belum boleh mengeluarkan tenaga berlebih! Biar dibantu Papa, ya?" Zahra menoleh pada Mama. "Kamu sedang hamil cucu kami, walaupun kamu terhitung cerai mati dengan anak kami, bukankah Papa mahram mu'abbad untukmu?" jawab Mama Sofiya. Zahra mengangguk. Memang benar Papa Ameer adalah mahram mu'abbad (mahram selamanya) untuknya walaupun sudah cerai mati. Papa Ameer dilarang menikahi menantu yang sudah digauli anak kandungnya sendiri dalam hal fiqih.
1027.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 780 veces como siapa saja mahram kita
Leer
+Biblioteca
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

Meskipun mahram banyak hal yang membuat Sifa berpikir lagi selain Bapaknya masih muda, Rio sebagai suami sering pergi ke luar kota, anak pertama mereka juga ikut Abahnya. "Tidak mungkin?" tanya Rio. "Kalian kan mahram, Dek," sambungnya. Setelah seorang laki-laki menikahi perempuan, maka terbentuklah hubungan mahram akibat mushaharah (hubungan pernikahan). Setelah pernikahan, orang tua dari masing-masing suami-istri menjadi mahram bagi keduanya. Imam Nawawi mengungkapkan bahwa ada empat perempuan yang haram dinikahi sebab pernikahan (mushaharah), yaitu: Ibunya istri (mertua), Istri ayah (ibu tiri), Istri anak (menantu), Anak istri (anak tiri).
1014.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 430 veces como siapa saja mahram kita
Show Reviews (6)
Leer
+Biblioteca
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Read All Reviews
Hamil Tapi Perawan

Hamil Tapi Perawan

Mengintip isinya yang ternyata gamis, hijab, dan juga benda keramat perempuan yang tidak boleh tertinggal. "Ya ampun ... sampai itunya juga dibawain? Emangnya tahu ukurannya apa?" gumam Tsabi tak percaya. Suaminya itu benar-benar misterius sekali. "Bisa tinggalkan ruangan ini sebentar, aku mau ganti," pinta Tsabi jelas canggung walau status mereka menghalalkan. "Kenapa aku harus keluar, apa kamu lupa kita suami istri betulan, sah secara agama dan negara," jawab Shaka dengan tenang.
9.859.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 2.3K veces como siapa saja mahram kita
Leer
+Biblioteca
Anak Siapa di Rahimku

Anak Siapa di Rahimku

Tidak penting juga. Di antara sekian banyak tamu undangan yang hadir, hanya empat orang yang benar-benar mengerti siapa Rivan; Surya Wijaya, Arum, Chandra, dan Bima. Surya dan Arum hanya kesal sesaat, melihat Rivan bahagia dengan pernikahannya, sementara konon katanya mantan istri dibiarkan telantar dalam keadaan hamil. Berbeda dengan Chandra dan Bima, yang sedari masuk langsung menatap dengan penuh kebencian.
102.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 59 veces como siapa saja mahram kita
Leer
+Biblioteca
Rahim untuk Suamiku

Rahim untuk Suamiku

“Salat sunah pengantin baru. Salat sunah Zifaf, salat sunah sebelum hubungan intim.” Jeder! Rasanya sudah seperti disambar petir. Mataku mengerjap beberapa kali disertai gelenyar panas yang tiba-tiba mengaliri seluruh badan. Tiada henti aku menelan ludah. Ini benaran akan sekarang? Maksudku, benaran mau hubungan sekarang? Mas Arya tidak lelah gitu, ya? “Tahu niatnya?” tanya Mas Arya yang berdiri tegak mendahuluiku. Dia sampai mengulurkan tangan, membantuku bangkit dari posisi duduk supaya bergegas menyusul pergerakannya.
5.8K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 116 veces como siapa saja mahram kita
Leer
+Biblioteca
Talak Aku, Mas!

Talak Aku, Mas!

Aku dan dia kan bukan mahram. "Bagaimana? Apa kamu mau?" Eh, apa yang aku pikirkan? Apa hubungannya dengan mahram? Kan aku dan dia nggak akan bersentuhan. "Tenang saja, Zara. Semuanya aman kok," ucappnya. Apa yang dia katakan? Bukan aku turisnya, tapi dia. Lalu kenapa sekarang ini justru aku yang terliha seperti seorang turis yang sedang diyakinkan oleh seorang tour guide? Astaga oh astaga.
1075.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 2.0K veces como siapa saja mahram kita
Leer
+Biblioteca
KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA

KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA

ucap Mia sambil tersenyum miris pada Azmi yang terlihat berjalan mendekat. Begitu tiba di depannya, laki-laki itu membuka tangannya, hendak memeluk tubuh Mia, tapi dengan cekatan, Mia menepis. "Nggak usah peluk-peluk, Mas. Kita bukan mahram!" tolaknya dengan tegas. "Bukan mahram? Sembarangan kamu bicara. Kamu itu masih istriku, sejak kapan tak lagi jadi mahramku?" sahut Azmi lagi dengan nada tidak diterima.
8.174.2K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 2.7K veces como siapa saja mahram kita
Leer
+Biblioteca
Jerat Cinta Mantan Istri

Jerat Cinta Mantan Istri

Arunika membalikkan perkataan Mahesa tadi. Mahesa salah tingkah. “Tapi kita pernah menikah.” “Lalu?” Arunika menatap jengah Mahesa, lalu kembali memfokuskan pada cangkir di depannya. “Kita pernah jadi mahram, mungkin tak apa kita berbicara berdua.” “Kita sudah tak ada hubungan apa pun,” tampik AArunika Kalandra masih memperhatikan keduanya dengan kedua tangannya yang dilipat didadanya. Ia masih akan melihat seperti apa lelaki tak tahu diri di depannya terus mengganggu Arunika.
1017.7K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 513 veces como siapa saja mahram kita
Leer
+Biblioteca
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

tanya Bunda "Iya Bun, Inna tahu kok dalam Islam di larang pacaran." jawab Inna dengan lesu. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita, kecuali si wanita itu bersama mahramnya".¹
103.2K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 80 veces como siapa saja mahram kita
Leer
+Biblioteca
IMAM UNTUK NIRMALA

IMAM UNTUK NIRMALA

Itu pasti suaminya yang baru pulang. "Kenapa lama sekali, Bi?" usai menyalami suaminya, Mala langsung bertanya karena tak tahan dengan sikap keponya yang sudah dari tadi ditahan. "Tadi ada beberapa orang jamaah yang mengajak diskusi, mereka memintaku untuk bersedia menjadi imam tetap untuk shalat Maghrib, Isya dan Shubuh di masjid." "Wah....keren banget tu, Bi. Lalu bagaimana tanggapanmu?" Mala antusias mendengar cerita suaminya.
105.6K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 179 veces como siapa saja mahram kita
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
5678910
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status