Wanita Kedua
Dia memang cantik dan keibuan, tapi wanita itu sama sekali tidak lembut, dia malah terkenal judes dan sering berkata tajam yang memperlihatkan dengan jelas dimana kelasnya.
Angga yang dia kenal, juga mementingkan martabat dan kedudukannya, tak ada keuntungan yang bisa dia dapat dari mempertahankan Dina.
“Aku memang mencintainya, aku tidak pernah mencintai wanita seperti pada Dina, membayangkan dia tak ada di sisiku membuat napasku terasa sesak, dan aku rela melakukan apa saja asal dia terus berada di sisiku,” Angga berkata menerawang, seolah ada di depannya, senyum kebahagian seketika merekah di bibirnya, hanya dengan mengingatnya saja membuat Angga tak bisa menahan senyumnya.
Capítulos em Alta