Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Seuntai Janji

Seuntai Janji

Dahayu melepaskan kabel pengisi daya terlebih dahulu sebelum mengangkat panggilan. "Waalaikumsalam. Ya, Mas," tukas Dahayu membalas sapaan salam Imran. "Aku dari tadi nelepon, tapi nggak diangkat," ungkap Imran. "Maaf, hape di-silent. Aku lagi mengobrol dengan teman lama." "Hmm, ya. Sekarang, kamu di mana?" "Di unit." "Sendirian?" Dahayu tertegun. "Ya, Mas. Memangnya siapa yang akan menemaniku?"
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Dinodai Saat Koma

Dinodai Saat Koma

Suaranya pelan, dan nyaris tidak terdengar. Setelah menimpali perkataan Bu Fatma, Giana beringsut dari posisinya dan merebahkan tubuhnya. Dengan posisi meringkuk, ia pun memejamkan matanya. Melihat putrinya memejamkan mata, Bu Fatma tersenyum kecil. Dalam hati ia berkata, "Tidurlah, Sayang. Semoga keadaanmu segera pulih ... Mama sangat menyayangimu."
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
MANTANMU JADI ISTRI BOS

MANTANMU JADI ISTRI BOS

Di antara desahan dan bisikan cinta, sebuah suara kecil mulai terdengar. Drrrrttt... drrrrttt... Ponsel Ali yang tergeletak di meja mulai bergetar. Tak lama, ponsel Dahlia juga ikut menyusul. Getaran demi getaran, terus menerus, seolah memohon untuk diperhatikan. Namun mereka tidak peduli. Suara itu masih tertahan oleh mode silent. Mereka masih saling membisiki, saling menyentuh, saling mengisi satu sama lain dengan cinta yang mendalam.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

“Mungkin.” Hening kembali mengisi celah di antara mereka. Tapi kali ini, itu bukan hening yang canggung. Itu adalah hening yang berbicara. Seolah ada sesuatu yang tersampaikan tanpa harus diucapkan. Dan saat akhirnya matahari benar-benar tenggelam di balik horizon, Alana tahu satu hal. Alfa bukan sekadar dingin. Ia adalah teka-teki yang bahkan dirinya sendiri belum bisa pecahkan.
931 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Sementara Fadil segera berlalu dari ruang perpustakaan. "Halo, bisa bicara dengan Rani?" Bu Silvy rupanya menghubungi nomor telpon keluarga Herman. *** Senja dikejutkan oleh ketukan pintu kamar. Gegas ia meletakkan gelas gelatik yang masih digenggamnya. Membuka pintu kamar dan menemukan senyum menghangatkan di sana. "Masuk, Ma. Tumben gak langsung masuk?" sindir Senja. Kebiasaan Mama biasanya setelah mengetuk, langsung membuka pegangan pintu dan menerobos ke dalam. Sang mama hanya tersenyum kecil.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

"Kenapa? Apakah terjadi sesuatu padanya selama aku tidak sadarkan diri?" "Anda tidak perlu khawatir, Queen. Yang Mulia Raja baik-baik saja. Hanya saja, selama bermeditasi King tidak bisa diganggu sama sekali." Hera langsung terdiam menatap kearah Marrine, "apakah, aku boleh melihatnya, sebentar saja. Aku berjanji tidak akan membuat suara berisik hingga bisa mengganggu konsentrasi King Demon Zeus."
1093.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
TERJEBAK CINTA CEO ES

TERJEBAK CINTA CEO ES

“Tapi kenyataan tetap ada. Dunia tetap menunggu. Dan kita tahu... dunia kita tidak pernah benar-benar sunyi.” Reynard mendekat. Bibirnya menyentuh kening Anya. Lama. Dalam. Hangat. “Kalau begitu, izinkan aku membuat dunia kita sedikit lebih hening. Sedikit lebih benar. Untuk sementara saja… kalau kau izinkan.”
968 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

“Ok, deh. Jangan mandi lama-lama ya, An.” Aku akhirnya selesai mandi, kami lekas pergi meninggalkan kosan. “An, berhenti dulu sebentar!” Ucap Ribka. “Kenapa, Rib? Kamu merasa lelah, ya?" "Lari santai saja!" “Baiklah, kita istirahat saja dulu.” Ucap ku. “Ya, An, kita istirahat dekat pohon itu saja biar bisa bersantai.”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ancaman dari "The Infinite Silent" Namun, kedamaian ini membawa tantangan baru. Ketika semua orang menjadi jujur, dunia menjadi sangat "berisik" dengan emosi. Muncul sebuah kelompok baru bernama "The Infinite Silent" (Keheningan Tanpa Batas). Mereka adalah orang-orang yang merasa terbebani oleh kejujuran global ini dan memilih untuk benar-benar menghilang dari realitas, masuk ke dalam kondisi meditasi yang membuat mereka menjadi patung batu.
965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

“Kami kembangkan konsepnya. Biar lebih sustain. Biar yang datang bisa pulang dengan semangat dan bisa… you know, monetize calmness.” Alana diam. Matanya menyisir ruangan. Sunyi tak lagi ada di sini. Yang tersisa hanya estetika hening. --- Malamnya, ia duduk sendiri di ruang tengah. Pintu ditutup. Lampu diredupkan. Satu gelas teh. Dan satu suara dalam diri bertanya:
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status