Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Ia nggak nunggu siapa pun, langsung masuk dan naik ke kamar. Begitu pintu kamar tertutup, ia berdiri beberapa detik tanpa bergerak. Sunyi. Selin duduk di tepi ranjang, sepatu masih terpasang. Tangannya bertumpu di kasur, kepalanya menunduk. “Gila,” gumamnya pelan. Ia meraih ponsel dari meja, layar menyala. Jempolnya refleks mengetik satu nama di kolom pencarian kontak.
10712 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Balas Dendam yang Hening

Balas Dendam yang Hening

"Semuanya berakhir hari ini." Aku lalu mendengar bunyi gelas. Dia sedang menyiapkan sesuatu. "Ini kalium sianida," katanya bangga. "Tidak berwarna, tidak berbau. Ini akan mengakhiri penderitaanmu selamanya. Alex akan mengira kamu mati alami. Lagi pula, orang yang vegetatif bisa pergi kapan saja ...." Tidak. Aku tidak boleh mati! Masih banyak urusan yang harus diselesaikan!
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
WRONG TURN

WRONG TURN

Pria pertama jatuh ke belakang dengan bunyi yang pelan dan matanya menatap ke langit yang abu-abu dan beku dengan kosong, sementara darah yang segar dan hangat mengalir dari dahinya. "Jangan kumohon, aku -" BAM. Itu sebenarnya bukan suara 'bam' yang sesungguhnya, lebih seperti suara gebukan yang kecil karena aku menggunakan silencer agar tidak terlalu banyak menarik perhatian.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
ZIANNE ( BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN )

ZIANNE ( BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN )

Tak ada sahutan berarti, meski itu sekadar bunyi halus helaan napas milik Sarien. Menyaksikannya, Zianne sontak hanya diam. Dia termenung seraya menilik intens wajah Sarien yang sepucat tepung. Entah, berapa lama dia bertahan melakukan hal itu—terbisu dalam duduknya yang nyaris rubuh. Yang jelas, telinganya samar-samar dapat kembali terangsang peka kala suara-suara percakapan juga seruan keras ini mulai lamat-lamat singgah—membelah hening yang menyiksa.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Silvan pergi meninggalkan Yuizi dan Tomoe . Tomoe tersenyum dan berkata kepada Yuizi “Hey Ka Pria itu sangat keren dan tampan ! bolehkah aku mendekatinya ?” Yuizi tersenyum dan berkata “Silahkan saja !” Bagian 3 : Café Ah [Malam Hari] Silvan memasuki Café lalu Zira melambaikan tangan kepada Silvan . “Maaf ya aku lama ! “ ucap Silvan dengan senyuman yang manis . Zira tersenyum lalu menyentuh tangan Silvan dan berkata dengan nada lembut “Tak apa Zel , yang penting kamu sudah menepati janjimu untuk datang kesini !”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Jagat Lelembut

Jagat Lelembut

Dia merasa aneh karena saat itu matahari masih bersinar terang. "Siapa itu ?" Ucap Jaka. Jantung yang berdetak kencang, serta keringat yang bercucuran. Jaka berusaha menenangkan diri sendiri. Sering kali dia berusaha menganggap bahwa itu hanya halusinasinya semata.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Suamiku Hanya Diam

Suamiku Hanya Diam

Setelah makan ia mencuci nya serta membereskan nya, rani pun berjalan memasuki lift tidak manaiki tangga karna sudah lelah. Rani memasuki kamar nya yang di lantai 3, lalu ia duduk di tepi ranjang dan ingin melanjutkan tulisannya yang tertunda. Drrttt... Drrttt... Suara panggilan berbunyi nyaring di kesunyian malam. “Siapa ini?? " gumam rani bingung karna melihat seseorang menelfon nya, hanya ada Nomer saja di layar nya.
927 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Sinar bulan menerangi wajahnya, membuatnya terlihat seperti ilusi. Debur ombak yang menghantam pantai terdengar begitu jelas di malam yang sunyi. Hatiku rasanya seperti tertimpa batu besar, sangat menyakitkan. Setelah waktu yang sangat lama berlalu, Ibu membuang ponselnya ke dalam laut. Lalu dia memberiku uang dua puluh ribu, memegang bahuku dan berkata padaku. "Yolanda, tolong belikan Ibu sebotol air, ya?"
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

"Suara burung... hilang." Rakasura mengangguk. Ia sudah menyadarinya sejak satu jam yang lalu. Tidak ada kicauan burung, tidak ada suara serangga, bahkan angin pun seperti bertiup tanpa suara. "Ini normal?" Tirta berbisik, seakan takut suaranya akan mengganggu keheningan yang aneh itu. "Tidak," jawab Rakasura. "Kita sudah memasuki wilayah pengaruh Lembah Sunyi. Tempat di mana suara... diserap."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai silent japan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status