Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Kalimat itu tidak berhenti di udara. Ia menyebar. Seperti riak yang tak terlihat—merambat melalui batas, menembus kesadaran, dan menyentuh sesuatu yang bahkan belum sempat didefinisikan. “…aku bukan satu-satunya.” Sunyi. Namun bukan sunyi yang kosong. Ini sunyi yang penuh. Seolah dunia sedang menunggu sesuatu yang lain… untuk menjawab.
103.6K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as silent words
Read
+Library
Hate You To The Bone

Hate You To The Bone

Suara sendok yang beradu dengan gelas menjadi satu-satunya yang terdengar, mengisi keheningan. Silvi membuka kulkas, mengambil satu botol air seolah tak terjadi apa-apa. Ia meneguknya perlahan. Lalu menatap mereka satu per satu dengan tatapan dingin dan tanpa senyum. Lalu bibirnya melengkung. Bukan senyuman ramah, tapi senyuman yang merendahkan. “Oh, lanjutkan saja pembicaraan kalian,” ucapnya ringan, “Kebetulan aku memang kesulitan mendengar suara orang-orang yang tidak tahu level mereka. Jadi aku tidak akan mendengar apa pun.”
103.1K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as silent words
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

​Dari celah itu, terdengar sebuah bisikan yang sangat pelan namun mampu membuat seluruh bintang di langit Nuranipura bergetar karena ketakutan. ​"Kalian pikir kalian telah benar-benar menang?" bisik suara itu, terdengar seperti angin dingin yang menusuk tulang. "Kalian hanyalah sekadar warna yang menari di atas kanvas yang akan segera membusuk dimakan waktu. Aku adalah 'The Eternal Silence', dan aku datang untuk membungkam setiap kata yang pernah kalian ucapkan."
713 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as silent words
Read
+Library
Mafia Insyaf

Mafia Insyaf

“Aku juga ngerasa ada yang aneh. Kayak semua orang lagi tutup mulut serentak. Bukan karena takut... tapi karena tahu suaranya gak bakal sampai ke mana-mana.” Anton menatap langit gelap. “Karena itu namanya Protokol Silencio. Mereka gak matiin orang secara langsung. Mereka matiin semua kemungkinan bicara. Biar yang masih hidup pun berasa kayak hantu.” Rina memeluk lututnya. “Kalau semua orang diem, gimana kita bisa menang?” Anton menjawab tanpa ragu, “Kita bikin satu suara yang terlalu keras buat bisa dikacangin.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as silent words
Read
+Library
Sincerity of Love

Sincerity of Love

Jukji ana mutji mara soli jileo Not not today Kkulchi mara ulji ana soneul deureo Not not today Hey Not not today Hey Not not today Hey Not not today Chong! jojun! balsa! Urin hal suga eopseotdanda shilpae Seoroga seorol jeonbu mideotgie What you say yeah (say yeah) Not today yeah (day yeah) Oneureun an jugeo jeoldae yeah Neoye gyeote nareul mideo Together we won’t die Naye gyeote neoreul mideo
102.7K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as silent words
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

Pipi Tenri merona, diam-diam dalam hatinya terangkai sebuah doa agar rumah tangga yang dibinanya bersama Tyo bisa menjadi keluarga yang tenang, tentram dan damai serta memiliki penerus yang salih dan salihah. “Hayooo … kenapa diam, lagi mikirin apa?” tanya Tyo lagi dengan nada menggoda istrinya. “Tidak, tidak ada apa-apa.” jawab Tenri sambil tersenyum. “Tidak ji … betulan kah?” goda Tyo lagi sambil menirukan dialek daerah yang sering digunakan istrinya. Tenri tertawa mendengar ucapan suaminya yang terdengar kaku di lidah Tyo.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as silent words
Read
+Library
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

Mereka makan dalam keheningan, lalu beristirahat sejenak di kursi kayu yang keras, sebelum melanjutkan membaca untuk memahami apa yang bisa meningkatkan kemahiran mereka. Laila duduk bersila di lantai, tangannya terbuka, napasnya pelan dan teratur. Dia mengeluarkan getaran sonik—biasanya tajam untuk menyerang—tapi kali ini lembut, bergetar di udara seperti benang suara yang rapuh. Perlahan, getaran itu membentuk suara terputus: “Sa… rah…” Sarah menoleh cepat, matanya melebar, lalu tersenyum lebar. “Laila! Aku dengar kau!” serunya, nadanya penuh kegembiraan. Suara itu masih pecah-pecah, seperti angin yang tersendat di tenggorokan, tapi kemajuan itu terasa. Laila tersenyum kecil, tangannya ber
102.4K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as silent words
Read
+Library
Suamiku Hanya Diam

Suamiku Hanya Diam

Ke esokan harinya, di pagi yang cerah dengan suara kicauan burung yanv berbunyi seperti membangunkan para orang oranh yang tengah tertidur. Matahari yang tadi malu malu menunjukan diri nya sekarang keluar perlahan demin perlahan. Cahaya terik yang menembus hordeng hotel membuat wanita yang tengah tertidur seperti buntalan kini terusik akan cahaya yang terik. “eughh..." lenguhan pun terdengar, wanita itu mengeliat lalu membuka mata nya. “jam berapa ini??" ucap nya dengan suara serak dan lemah.
926 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as silent words
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status