Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terlahir Kembali: Menceraikan Pria Terkaya yang Dipuja

Terlahir Kembali: Menceraikan Pria Terkaya yang Dipuja

Melalui tirai hujan, samar-samar terlihat dua sosok mungil yang menempel di kaca mobil, memandang ke arah toko buku dengan penuh harap. Fayola menggeleng. "Mereka akan menyerah pada akhirnya." Hujan turun semakin deras. Tiba-tiba, pintu mobil di seberang jalan terbuka. Keisya memegang payung hitam yang terlalu besar untuk tubuhnya. Dia berlari tertatih-tatih menuju toko buku. Air hujan membasahi rok dan sepatu kulit kecilnya, tetapi dia sama sekali tidak peduli. Dia terus mengetuk pintu toko yang tertutup rapat dengan keras kepala.
21.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 524 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Ipakita ang mga Review (4)
Read
+Library
Naira Bunga
ceritanya bagus, tapi rasanya fayola terlalu gimana gitu sama anak2nya:( maksudnya walaupun anaknya jahat bgt tapi mereka tetep anak kandungnya loh, setidaknya kalo emang gabisa jadi keluarga utuh lagi, fayola masih ada rasa kepedulian ke anak2nya, karna bagaimanapun mereka darah dagingnya..
Hrn Hrj
stunning, gorgeous, radiant, captivating, charming, elegant, striking, dashing, alluring, exquisite, handsome, lovely, mesmerizing, enchanting, breathtaking, irresistible, fabulous, charismatic, fashionable, incredible, incomparable, graceful, appealing, ravishing, sophisticated, magnetic, unforgett
Basahin ang Lahat ng Review
TEROR BEGU GANJANG (Selanjutnya Kau Yang Akan Mati)

TEROR BEGU GANJANG (Selanjutnya Kau Yang Akan Mati)

Indah mendudukkan tubuh di atas kursi dan mengambil buku diarynya dari dalam tas ransel berwarna cokelat, hanya ditemani dimar ublik sebagai penerangnya, lentera yang hanya mampu bertahan dengan minyak tanah itu terbang terkena semilir tiupan angin. Hujan deras terjadi di luar vila, benda bertinta hitam pun menari di atas kertas putih. Menuliskan kejadian demi kejadian akhir-akhir ini terjadi padanya, semenjak dia berhasil selamat dari maut beberapa bulan lalu, seakan membuka mata batin gadis berusia 21 tahun itu.
102.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 75 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Read
+Library
SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

Bajunya yang awalnya bersih kini tampak penuh lumpur yang tercampur air hujan. Sepertinya dirinya dipindahkan dengan paksa, karena terlihat beberapa bercak darah yang membekas di bajunya. Rupanya, hujan yang membasahi tubuhnya itu secara perlahan-lahan membuatnya tersadar. Matanya yang awalnya terpejam kini terbuka secara perlahan, disusul dengan nafasnya yang tiba-tiba terasa berat dengan jantungnya yang berdetak kencang.
1027.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 582 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Read
+Library
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

'Semoga, udara di sana sama menenangkannya seperti di sini, hujan yang kau jumpai di sana sama menyenangkannya dengan hujan pertama yang pernah terlewati di sini, dan malam di sana, sama tenangnya dengan malam-malam yang pernah kita lewati di sini. Aksara menutup buku itu. Ia tahu, mulai besok, setiap hujan yang jatuh akan menjadi surat yang ia tulis untuk Elang. Dan ia akan menunggu, sampai buku ini penuh dengan warna, sampai Elang kembali untuk membacanya.
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 80 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Read
+Library
Rain

Rain

tanya Tania lagi karena Rain tidak melihatnya sama sekali, setelah itu dia memutuskan untuk ke depan Rain dan melihat buku yang di pegang Rain “Perjuangan Mahasiswa sembilan belas tujuh delapan” ucap Tania membaca judul buku yang di pegang Rain “Ada apa dengan buku ini, kayanya kok kamu kaget banget ?” tanya Tania dengan penasaran karena Rain melihat buku itu sangat kaget “Kamu nggak tahu buku ini ?” tanya Rain yang sudah agak santai “Engga, aku nggak tahu buku itu” jawab Tania yang tidak tahu buku tersebut
9.130.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 811 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Read
+Library
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

Lichelle memegangi pipi BJ. “And I trust you.” Petir menyambar, disusul gemuruh membahana. Hujan menderas. Sangat deras. Air dari langit tercurah begitu dahsyat, membentuk rinai air yang pekat dan tebal. Seolah menutup pemandangan yang terjadi di teras, antara dua sosok remaja ketika bibir keduanya bertautan.
7.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 276 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Read
+Library
Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita

Kitab akhiyak mapel pelajaran diniah di hari ini sengaja Laila tinggalkan di aula agar kitab itu tidak basah bersaaman dengan dirinya yang terkena guyuran hujan. Laila tidak akan pernah bisa mencegah hujan turun. Sehingga soal mau dan tidak maunya Laila tetap harus menerobos dinginnya air hujan ini, dengan menguatkan diri untuk tetap melangkah. Meski Ia agak setengah sakit, semenjak pulang kuliahnya tadi.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 91 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Read
+Library
Senandika

Senandika

“Suka banget ya sama hujan?” Jevan mengangguk tanpa melepaskan pandangannya. “Gue suka hujan karena dingin. Aktifitas di luar ruangan pun terpaksa berhenti, yah hitung-hitung dapet istirahat tambahan. Selain itu gue juga gak perlu kemana-mana kalau hujan, gue bisa nolak ajakan temen-temen dengan alasan hujan. Lagian di novel, drama, atau film hujan dianggap romantis kan?” “Tergantung genre. Kalau thriller, horror, crime mah jadinya serem,” Shera sedikit tidak setuju walau apa yang dikatan Jevan tentang hujan itu benar.
2.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 60 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Hidup, atau setidaknya tampak hidup. Aira terdiam, air matanya bercampur dengan hujan di wajahnya. Ia ingin berlari keluar, tapi tubuhnya tak mau bergerak. Di meja, buku catatan itu terbuka dengan sendirinya, angin memutar halamannya cepat hingga berhenti di satu kalimat terakhir yang belum ia baca sebelumnya: "Jika aku datang saat hujan, jangan keluar. Karena bukan aku yang datang padamu."
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 46 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Read
+Library
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

Hujan deras tumpah seketika, membasuh darah yang terciprat ke udara. ​Renshu baru saja mencabut pedangnya dari jantung musuh terakhir saat ia menoleh, memastikan kondisi wanitanya. Matanya terbelalak melihat Liying berdiri tegak di tengah guyuran hujan, dikelilingi oleh empat mayat pembunuh elit. Dada gadis itu naik turun. Darah musuh luruh dari ujung belatinya, bercampur dengan air hujan. Tidak ada ketakutan, hanya ada aura mematikan sang Teratai Hitam yang baru saja mekar seutuhnya.
103.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 84 Beses bilang sinopsis buku hujan tere liye
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status