Hasrat Cinta Tuan Arsitek
Sinta berdiri di ambang pintu, tubuhnya gemetar hebat, pipinya lebam kebiruan, sudut bibirnya sobek mengeluarkan sedikit darah yang sudah mengering. Lengan kanannya memerah, seperti bekas cengkeraman kuat, gaunnya kotor dan robek di beberapa bagian.
"Sinta!" Rama bergerak cepat, meninggalkan kursinya, berlari menghampiri sosok yang hampir ambruk itu.