Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Kosku Genit

Ibu Kosku Genit

Saat ia tengah sibuk menata buku di rak, terdengar ketukan pelan di pintu. “Johan, boleh ibu masuk?” Suara Meri terdengar dari luar. Johan segera membetulkan kaosnya yang sedikit berantakan. “Silakan, Bu.” Pintu terbuka perlahan, dan Meri masuk dengan senyum khasnya. Ia mengenakan daster sutra berwarna biru muda yang membalut tubuhnya dengan pas, memperlihatkan lekuk tubuh yang membuat Johan menelan ludah tanpa sadar.
10.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Baca
+Pustaka
Terjerat Obsesi Kakak Ipar

Terjerat Obsesi Kakak Ipar

Di layar tablet, Isabella bisa melihat scan beberapa desain lamanya, foto koleksi-koleksi sebelumnya, dan bahkan beberapa sketch digital yang sempat dia buat. "Ini... ini luar biasa, Leo!" mata Isabella berbinar. "Aku pikir semuanya hilang."
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 893 kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Baca
+Pustaka
Garis Pikat Sang Arsitek

Garis Pikat Sang Arsitek

Reni mengatur napasnya. Kali ini, lukisannya harus selesai dengan sempurna. Palet ditangannya yang masih bersih segera ia isi dengan bermacam-macam warna pastel cat air. Kali ini, ia melukis kamera dengan aksen warna pastel karena tema lukisan untuk pameran kali ini adalah relaxed of life. Reni segera menggoreskan kuasnya ke kanvas yang sudah berisi gambaran. Ia meningkatkan konsentrasinya karena lukisan kubismenya terlalu mendetail. Terlalu banyak kotakan yang ia buat sehingga ia harus memolesnya dengan cat air secara hati-hati.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Baca
+Pustaka
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Ramah tersenyum pada Ivy dan Matteo. "Saya ingin membeli perlengkapan melukis." Matteo langsung membelalak, saat mendengar apa tujuan Ivy pergi ke toko itu. "Kau membeli apa?" "Semuanya yang lengkap." Tidak menghiraukan Matteo, Ivy justru menjawab pertanyaan dari pelayan toko, dan terus menyebut apa saja yang ingin dibeli di situ. Ivy membeli paket lengkap, mulai dari buku sketsa, pensil, krayon, sampai kanvas, pisau palet, palet, cat minyak kuas dan easel.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Baca
+Pustaka
Rahasia Cinta

Rahasia Cinta

Ia tersenyum puas begitu melihat hasil lukisannya tersebut. “Apa yang sedang kamu lukis kali ini?” terdengar suara yang tak asing mendekatinya. Bayu pun memperlihatkan lukisannya. Terlihat gambar sembilan ekor ikan koi yang berenang dengan riang di dalam kolam. “Nggak terlalu spesial, ya?” “Hmm… sepertinya begitu. Lukisan sembilan ekor ikan koi emang bisa dibilang udah banyak di pasaran.”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Baca
+Pustaka
THE ISLAND : I'M IN LOVE

THE ISLAND : I'M IN LOVE

tutur Sebastian dengan hati senang. “Kalau aku, menggambar seekor burung elang yang sedang terbang di langit yang tinggi!” sergah Jacob sambil tersenyum. “Aku menggambar sekuntum bunga liar yang ada di hutan, Bunda!” seru Isaac sambil menatap ke arah Shakila. “Wow! Memangnya untuk siapa bunga itu, Kak Isaac? Untuk aku kan, Kak?” tanya Si Bungsu, Josie penasaran.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Eira melirik ibunya, lalu menatap kembali kanvas itu. “Aku boleh tambahin sesuatu?” Averine mengangguk. “Apa saja.” Eira berjalan ke rak alat lukis, mengambil pensil tipis warna perak. Ia menambahkan sebuah garis kecil di bawah lengkungan dua warna itu bentuknya seperti bintang kecil di antara arus. “Ini... aku,” katanya pelan. “Kalian kan dua warna utama. Tapi aku juga bagian dari lukisan ini.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang Sepupuku

Gairah Terlarang Sepupuku

Dan satu gambar yang belum selesai, jumpsuit bayi dengan zip panjang dan pola bintang-bintang kecil di bagian dada. Sky menggambar sambil duduk di samping Jagad. Rambutnya diikat seadanya, wajahnya tampak serius seperti sedang mendandani manekin mahal di butik, bukan tubuh lelaki yang kini menjadi seluruh dunianya. "Sayang," panggil Jagad. "Iya, Mas?" Sky tidak mengangkat kepala. Masih fokus pada garis lengkung kecil yang ia perbaiki.
1069.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
EYN
Tiap hari ga sabar tunggu bab barunya. Penasaran terus. Sebel sama Jagad kok ndak sat set. Jengkel sama Leo, kaya ga punya dosa aja! Kasihan sama Sky juga sebenarnya, tapi gimana lagi? Ini resikomu, Sky. Trus Emak si Jagad sama Sky, arrgh... pengen aku buang ke laut. Ayo crazy up, Kak. Semangt.
Jeo Anne
biasanya cerita di novel lain tuh musuhn dulu baru syang2an inimah kebalik...bagus Thor aku sampe baper nih, pdhl tadinya ga mau sampe terlalu baperlah cukup ceritanya Ananta n andara kmrn2 sampe kebawa mimpi...haha. KLO udh gni aku berharap Leo jd suami baik2 nerima sky apa adanya
Baca Semua Ulasan
Si Cupu Shelley dan Si Tampan Edbert

Si Cupu Shelley dan Si Tampan Edbert

izin Edbert sebelum mendekati guci yang sudah menarik perhatiannya. “Tentu saja,” balas Shelley. Setelah mendpaat izin dari Shelley, Edbert melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju guci yang sudah membuat fokusnya hilang. Guci yang memiliki tinggi setinggi pinggang orang dewasa ini ternyata memiliki gambar yang sangat unik. Guci yang berwarna putih ini ternyata memiliki gambar berwarna biru yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Di gambar itu, terdapat gambar yang merupakan bentuk pola yang super duper cantik dan unik. Terdapar dua buah nama yang berada di tengah-tengah pola-pola yang bermacam-macam itu. Nama yang tertera di situ adalah Ivan & Kailey.
9.23.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Baca
+Pustaka
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Bab 95 November rain “Be… Robert tadi menelpon Ibu, dia bilang temannya mau tinggal di paviliunnya,” kata Iswati memperhatikan keluwesan tangan Bening dalam membuat gambar. “Oh, ya? Terus jawaban Ibu apa?” tanya Bening, matanya sama sekali tidak beralih dari kertas folio. Hari ini dia sudah membuat 3 sketsa batik untuk kain yang mau dibuat oleh Dinda.
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 601 kali sebagai sketsa gambar ibis paint x
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status