Dua Tuan Tampan
Namun, ia tidak punya pilihan.
Malam harinya, setelah Ibunya tertidur dan Rian sibuk dengan PR-nya, Raina kembali mengambil buku sketsa. Kali ini, ia mencoba menggambar sesuatu yang lebih positif: siluet kota Jakarta di malam hari, dengan gemerlap lampu seolah bintang jatuh di bumi. Ia mencoba menyuntikkan harapan ke dalam setiap goresan pensilnya. Mungkin, siapa tahu, di antara keramaian acara lelang itu, ada secercah kesempatan yang menunggu. Mungkin ada seseorang yang melihat karyanya, seseorang yang bisa membantunya mewujudkan impian yang terasa semakin jauh.
Hot Chapters