Terbuai! Jarum Magis Mas Wira
Ia menunjukkan sebuah tato mawar merah dengan kupu-kupu yang bertengger indah di atas pundak mulus bagian kanannya.
"Jangan mengada-ada, Sandra," Wira menghela napas berat, merasa kepalanya yang pening kian bertambah berat.
Ia berbalik dan berjalan kembali masuk ke dalam studio, setelah melihat dengan jelas bahwa struktur garis, gradasi warna, dan proporsi gambar rajahannya sama sekali tidak ada yang cacat. Semua presisi.
"Aku tidak mengada-ada, Mas! Ini beneran miring!" seru Sandra, tidak mau ditinggal begitu saja. Ia ikut melangkah masuk ke dalam studio, membiarkan pintu geser ruko tetap terbuka sedikit.