Angin di Antara Kita
Di tangannya, ada secangkir cokelat hangat, dan di pangkuannya — buku sketsa tua berisi coretan lama.
Di antara halaman yang sudah menguning, ia menemukan satu lembar kertas berisi gambar dua tangan yang hampir bersentuhan.
Sketsa itu ia buat bertahun lalu, ketika cinta masih terasa sederhana, sebelum restu menjadi tembok, dan waktu menjadi musuh.
Ia tersenyum kecil, lalu menutup bukunya pelan.
“Terima kasih, masa lalu,” bisiknya.
Hot Chapters