Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Kembali kuembuskan napas sembari memejamkan mata. 'Sabar Ratna. Sabar ...' bathinku. "Iya Bu, ada apa?" Tanyaku setengah berlari menemuinya. "Tadi ibu lihat ada kecoa keluar dari kamar mandi! Apa kamar ini jarang dibersihkan?!" Serunya. Ia segera mengikat rambutnya yang beruban. Bu Fatimah sepertinya mau mandi saat melihat penampakan si kecoa.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as sketsa rumah
Read
+Library
KISSING MY EX-HUSBAND

KISSING MY EX-HUSBAND

Dia hanya anak bodoh, yang tidak diinginkan siapa-siapa. Paula menyeret tas miliknya dengan rasa malas, dan melihat keadaan sekeliling rumahnya, yang terlihat menyedihkan. Dia bandingkan lagi rumah sewa mereka, dengan rumah milik Skye. Rumah Skye itu besar sekali, total empat lantai, dan 16 kamar. Dalam ruangannya terlihat rapi, estetik, dengan masing-masing saudara Skye punya kamar, dan banyak kamar kosong. Halaman rumahnya luas, dengan banyak tumbuh-tumbuhan. Paula paling semangat, jika diajak bermain ke sana, dengan begitu banyak makanan, dan Ibu Skye suka memasak.
9.836.9K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as sketsa rumah
Read
+Library
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

Entah Atha paham atau tidak dengan penjelasan ayahnya, tapi kepala pria kecil itu mengangguk pelan. “Nanti mau dibuat apa?” tanyanya kemudian. “Rumah,” jawab Akash singkat. “Rumah Atha?” Peserta rapat di ruangan itu terkekeh mendengar pertanyaan terakhir Atha. “Bukan Tha, kalau rumah Atha, gambar dan desainnya sudah dibuat Ayah sendiri tuh. Ayah lagi ngumpulin duitnya biar rumahnya bisa dibangun sesuai gambar.” Jawaban Yudha mendapat anggukan sekali lagi dari Atha.
9.99.3K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as sketsa rumah
Show Reviews (35)
Read
+Library
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Read All Reviews
Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir

Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir

Aku hampir menangis lagi, tapi kali ini bukan karena sakit, melainkan karena aku merasa berarti. Ketika mereka tidur siang, aku duduk di meja kayu dengan buku sketsa. Pensil di tanganku menari pelan, menciptakan garis demi garis. Sebuah rumah sederhana mulai terbentuk di atas kertas, rumah impian yang hangat, penuh cahaya, jauh dari intrik dan kepalsuan.
107.2K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as sketsa rumah
Read
+Library
Melukis

Melukis

Perlahan ia mulai memberi warna dan menuangkan satu persatu perasaannya ke dalam kanvas kecil itu. Sekarang jam menunjukkan pukul enam kurang sepuluh menit, dan Raina sudah selesai dengan lukisannya, ia menghabiskan waktu selama dua puluh menit untuk melukis. Lukisan itu terlihat sederhana, ia memberi garis tengah pada kanvas, lalu menggambar siluet seorang perempuan di depan garis itu, pada sisi kanan kanvas ia memberi warna abu-abu, lalu perpaduan warna biru dan hijau pada sisi kiri kanvas. Pada masing-masing sisi memiliki gambar yang berbeda, pada sisi berwarna abu, ia melukis abstrak di atas nya, dan pada sisi berwarna biru, ia melukis bunga-bunga dan pepohonan.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as sketsa rumah
Read
+Library
Rumah Kakek

Rumah Kakek

“Kayaknya, lebih baik nanti aja pas dia udah selesai liat-liat rumah biar santai. Tunggu dulu, ya?” Ibu menyuruhku bersabar. Tapi rasanya, aku ingin cepat-cepat berfoto dengannya. Artis itu berkeliling sekitar rumah dengan salah satu rekan kerja dan keluarganya. Ua menyebarkan pandangan ke seisi ruangan tanpa ekspresi dan hanya menanyakan beberapa hal kecil saja. “Ini airnya bersih nggak, Pak?” tanya amiin. “Jernih sekali di sini, Mas. Boleh dicoba nanti di kamar mandi,” jelas ayah.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as sketsa rumah
Read
+Library
Tante Sebelah Rumah

Tante Sebelah Rumah

Samar-samar terdengar suara ibuku, aku menyahut tidak jelas lalu kembali terlelap dengan nyenyak. Beberapa hari ini aku terus begadang untuk menyiapkan skripsi. Aku benar-benar kelelahan, bahkan tidak sempat pulang ke rumah. Aku datang ke toko ibu hanya untuk mencari tempat tidur asal-asalan lalu tidur. Entah sudah berapa lama aku tertidur, tapi saat terbangun aku merasakan ada yang aneh. Seluruh tubuhku terkunci di atas tempat tidur. Tangan dan kakiku terikat oleh karet lembut, membuat tubuhku terbentang lebar.
6.3K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as sketsa rumah
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Dan hari itu, banyak warga mulai membawa kertas dan arang untuk satu permintaan yang sama: “Tuan Raka... tolong gambarkan rumah kami.” Raka menyanggupi. Ia duduk di bawah pohon beringin besar di alun-alun desa. Dengan sabar, ia mendengarkan cerita satu per satu warga: berapa jumlah anak mereka, bagaimana aktivitas mereka sehari-hari, apakah mereka butuh ruang berkumpul, atau dapur yang lebih luas. Kemudian, dengan cekatan, ia mulai menggambar di atas kertas yang disodorkan warga.
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 497 Times as sketsa rumah
Read
+Library
RUMAH EYANG

RUMAH EYANG

kataku. "Kita coba cari ke dalam rumah," kata Yoga. Kami gegas ke dalam rumah. Bi Lasmi sedang mengepel lantai rumah. Padahal rumah ini sudah bersih. Juga tak tak dekat dengan jalan raya. Menurutku tak perlu terlalu sering di pel, karena tak banyak debu yang menempel. "Bik, kok kayak bau amis," kataku sambil mengembang kempiskan hidungku.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as sketsa rumah
Read
+Library
Pernikahan Penuh Luka

Pernikahan Penuh Luka

“Aku tahu.” “Kalau material itu dipakai, lima tahun lagi bisa retak.” Aku menatapnya lembut. “Makanya Mas marah?” “Aku nggak mau orang beli rumah dari perusahaan Ayah, lalu kecewa.” Arka tiba-tiba angkat gambar kertasnya. “Ayah lihat! Ini rumah kita!” Gambar itu sederhana. Ada empat stick figure Ayah, Ibu, Arka, dan dua bulatan kecil di perutku.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as sketsa rumah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status