Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Foto itu menunjukkan Boni sedang memasak bubur di dapur, dengan tulisan, "Siapa bilang nggak ada pria baik di dunia ini? Dia nggak hanya mengajariku menyetir mobil Mercedes dengan satu tangan, tapi juga memasak bubur untukku saat aku lapar. Hm, harum sekali~" Aku mengaduk bubur itu dengan sendok sambi tersenyum pahit, tapi yang kurasakan hanya mual. "Buang saja, aku nggak mau makan." Raut wajah Boni langsung memuram. Dia menatapku tajam dan berkata, "Kamu kenapa lagi? Aku sudah repot-repot membawakannya dan kamu malah mau buang begitu saja?" "Kamu marah karena aku memindahkan kepemilikan rumah ke nama Sofie, 'kan? Aku tahu kamu kesal, tapi aku juga nggak melarangmu untuk tinggal di rumah itu
13.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Harusnya mereka gak pindah begitu saja tanpa tanya lebih dulu kenapa rumah ini bisa semurah itu. Tapi sekarang terlambat. Rumah itu sudah hidup. Dan ia tahu… mereka sudah diperhatikan. --- Di pagi keempat, Galang menggambar sesuatu di kertas putih. Gambar rumah mereka. Tapi yang bikin Ranti gemetar adalah detailnya: Di setiap jendela rumah, ada bayangan. Di atas atap, ada siluet seseorang berdiri.
10810 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

tanya Jimat. “Iya,” sahut Misa. Rumah itu berdinding kayu tua, bentuknya seperti rumah joglo, tinggi menjulang. “Keren sekali, ini hampir sama dengan Keraton Jogja,” ujar Jimat mengungkapkan kekagumannya. “Jauhlah!” Aurel tidak setuju.
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

Rumah itu di jual beserta seisinya, jadi aku tak perlu untuk membeli barang-barang lagi. Aku dan Kiara hanya tinggal membawa baju dan barang kami ke sana. "Wah rumahnya bagus sekali," kata mama saat mengantar aku pindahan. "Iya, ini rumah yang cukup besar kalau hanya untuk kalian berdua saja," kata papa. "Putra, terima kasih. Kamu udah banyak membantu Kinan," ucap papa. "Sama-sama, Om. Kinan juga dulu udah bantu aku buka baby shop," balas Putra.
1036.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

“Apa? Jadi kalian pernah pacaran? Kenapa kamu enggak bilang sama aku?” Resa mencecarku dengan berbagai pertanyaan. “Kenapa? Enggak penting juga!” jawabku ketus. Saat ini kami sedang berada di halaman belakang rumahku. Di area ini banyak ditumbuhi berbagai sayuran yang sengaja di tanam oleh Mama. Dan terdapat sebuah gazebo mungil tempat kami berkumpul dan bersenda gurau.
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
Ranjang yang Bukan Milikku

Ranjang yang Bukan Milikku

tanya Alea lembut, tidak memaksa. Ethan mengangkat bahu, tetapi ia mulai mengambil krayon dan menggambar di kertasnya sendiri. Pelan-pelan, bentuk-bentuk muncul di halaman itu, sebuah bola, sebuah pohon, dan sesuatu yang menyerupai rumah.
98.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
Secret of Five Gods (Princess of the Black Blood)

Secret of Five Gods (Princess of the Black Blood)

Matanya berbinar melihat segala limpah ruah kekayaan alam yang tidak pernah ia lihat bahkan di rumahnya sendiri. "Aw, manis sekali. Apa yang kau gambar?" Putrinya tidak menjawab, ia hanya menunjuk sebuah bangunan dengan papan menggantung di pintunya bertuliskan 'green house'. Pria itu mengangguk, lalu menoleh pada putrinya lagi. "Kau suka rumah itu?" "Suka sekali, Ayah! Coba lihat, aku juga menggambar toko roti di sebelahnya," ucap sang putri menunjukkan hasil sketsanya. Ayahnya mengangguk puas melihat hasil karya putrinya.
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
When I Me(e)t You

When I Me(e)t You

“Bagus Ka rumah lo. Kayaknya gue pernah lihat desain rumah ini dulu di apartemen lo deh.” “Hmm.” Caraka mengangguk mengiakan. Rumah itu memang sudah lama didesainnya, meskipun saat itu belum berniat membangun rumah secepatnya. Ia hanya ingin menuangkan gambaran rumah impiannya di atas sketsa. “Kapan lo bangunnya kalo lo baru balik beberapa bulan ini?” “Sekitar dua tahun lalu, gue ngirim desainnya ke temen gue di sini, dan minta dia ngerjain.”
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 708 kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin

Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin

Alina berhenti menggambar sejenak, menatap hasil sketsa kasarnya. "...kalau kita nggak memilih?" Ia memutar kertas itu ke arah kamera laptop. Deni dan Sinta mencondongkan tubuh mereka, mata mereka membelalak. Di atas kertas itu, bukanlah gambar sebuah bangunan. Itu adalah gambar dua bangunan. Dua sayap resor yang seolah-olah terpisah, tapi terhubung oleh sebuah jembatan lobi utama yang megah.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
Mimpi Cinderella

Mimpi Cinderella

tanyanya lagi sambil menggenggam tanganku. Aku hanya menggeleng. Mood-ku masih jelek, malas menanggapi. "Oh iya, aku punya usul buat keluargamu," katanya sambil melepaskan tanganku dan mencari sesuatu di laci mejanya. Dengan cekatan dia menggoreskan penanya pada lembaran kertas, menggambar sebuah rumah bertingkat dua. Lalu menggambar sebuah rumah lagi dengan model yang berbeda.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai sketsa rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status