Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesona Paman Seno

Pesona Paman Seno

Glup Seno seketika dibuat terpana dengan pemandangan yang ada di depan matanya saat ini. Gunung kembar milik Rindu benar-benar sangat indah. Ukurannya cukup besar di tubuhnya yang mungil. Dihiasi dengan dua pucuk berwarna pink pucat yang menggemaskan. Serta tahi lalat kecil yang ada di bawah dada sebelah kiri. "Indah sekali susu kamu, Rin." ucap Seno frontal yang membuat pipi Rindu memerah. Malu, tentu saja. Tapi entah kenapa ada rasa bangga mendengar pujian dari pria itu.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Pelayan Cantik Sang Presdir

Pelayan Cantik Sang Presdir

"Itu aku buat saat ulang tahunmu yang ke-17. Harapanku masih sama bertemu denganmu dalam keadaan baik-baik saja. Walaupun saat itu kita belum ditakdirkan bertemu mama selalu mendoakan kamu agar bahagia di mana pun berada." Tanpa sadar Serena mengusap gambar itu. Ada tanda tangan Helen berserta tahun pembuatan sketsa di sisi kiri gambar. Helen benar, tahun itu Serena baru berusia 17 tahun. Baru lulus sekolah dan dijual ayah bedebah itu ke Tuan Max. Setiap sketsa punya cerita. Hingga masuk sketsa kelima, Serena agak terpana. "Ini gaun pengantin?" tanya Serena dengan tatapan takjub.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Senja masih fokus mengenakan sepatu hitamnya. "Nih!" Bu Silvy--Mama Senja--menyodorkan bingkisan kecil yang tersimpan di dalam box mewah. Entah apa yang mamanya persiapkan. "Apa ini, Ma?" Senja menerima kotak mungil itu seraya menimangnya dalam genggaman.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
(Bukan) Istri Kontrak Tuan Valerius

(Bukan) Istri Kontrak Tuan Valerius

"Oh! Dimana sketsaku? Aku menaruhnya di meja semalam." Sarah melangkah maju dengan senyum miring. "Sketsa sampah itu? Mungkin sudah dibuang oleh petugas kebersihan, Kiya. Sudah relakan saja. Lagipula, hari ini adalah presentasi konsep besar di depan Tuan Kenzo. Kami tidak punya waktu untuk membantumu mencari hal tidak penting."
10487 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
The Present Of Love

The Present Of Love

Bahkan gerakan Seila membuat suara dentuman-dentuman air di dalam bathtub. “Ah sayang, iya seperti itu. Lebih kencang lagi!” pinta Aksara pada sang istri. Seila seperti dapat lampu hijau, dia langsung mengumpulkan energi untuk menyerang senjata milik Aksara. Milik Seila menghimpit dan membuat gerakan maju dan mundur hingga membuat Asara merem melek kenikmatan dibuatnya. “Aku mau keluar lagi, sayang!” kata Senja sambil merasakan miliknya berdenyut.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Tiba di jembata kecil, seorang nenek duduk dibawah seng sebagai atapnya dengan beberapa lukisan yang kanvasnya berbentuk persegi empat. “ Ini namanya Damar Kurung, Nyimas ” “ wah, aku pertama kali melihatnya ! ” Nyimas menjawab dengan mata berbinar. Nenek itu tersenyum ramah menyambut Arka dan Nyimas. Dia sedikit berdiri dengan merapikan dagangannya. “ mbah, aku mau beli damar kurung yang belum dilukis. Ada tidak ? ” tanya Arka “ oh ada nak, sampeyan mau beli berapa ? ”
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Batinya. Matahari telah menampakkan pesonanya. Embun membasahi bumi. Ayam jantan saling bersahutan berkokok. Menyambut pagi ini dengan penuh keceriaan. Perjalanan kali ini terlihat senggang. Mungkin, karena masih pagi. Fikir Raka. Mengemudikan mobilnya menuju bandara Soekarno-Hatta.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

Tersenyum, selanjutnya dia mengajak Juan untuk memanjatkan doa hingga setelah beberapa menit berlalu, doa selesai. "Kak, aku datang ke sini buat kasih kabar bahagia," ucap Senja, memulai obrolan. "Aku udah lahiran dan anak aku laki-laki. Namanya Sebastian Dierja Bimasena, Kak, dan Kiran sama Caca kelihatan sayang banget sama adik mereka."
1033.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 893 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Bagaimana bisa tenang sementara dosa mengambang di pelupuk mata. Keukeu memanggil para kupu-kupu malam dengan tepukan tangan. Ia mengumpulkan mereka di sebuah ruangan khusus dengan cahaya remang-remang. “Selamat malam, ladies – para pembuat desahan manja yang membahana, pemberi kenikmatan dunia tiada tara, dan penarik mesin ATM berjalan yang meresahkan dapur orang lain. Malam ini, akika perkenalkan penghuni anggota Rumah Butterfly. Namanya Santi, usia 18 tahun. Dia akan mengawali kariernya di sini sebagai the next mega bintang,” terang Keukeu.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status