Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

katanya sambil tersenyum pada Senja. "Setidaknya, nggak ditolak lagi." balas Senja pada Langit yang sukses membuat Langit langsung terpegun dan setelahnya tertawa renyah karena Senja sedang menyindirnya. "Maaf ya karena aku dulu sok ganteng." ucapnya, "Tapi, aku emang ganteng sih. Sampe kamu tembak dua lagi." katanya sambil mengambil minuman di dekat Senja.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Ledek Anggun "Ah..iya ya.. Ogah ah jijik, udah pernah kamu grepe-grepe pasti kan?" Tanya Mira memicingkan matanya menatap ku curiga "Engak lah!! sinting kamu!!" sahutku jutek "Hahahahahahha" tawa mereka pecah mendengar jawaban ku "Sial! aku udah telat menst nih" seru Elsa yang dari tadi hanya diam memperhatikan tanggalan yang tergantung di dekat jendela
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Tan Djiman yang duduk di tonjolan akar pohon mengangguk sekilas lalu melanjutkan, “Itu benar sekali, Kawan. Hanya saja, kadang kita tidak mau mengakui kekurangan kita. Karena memang pada dasarnya manusia adalah makhluk yang selalu membanggakan dirinya sendiri lebih besar dari apa pun. Terutama dalam kesempurnaan. Dan aku pun sama skeptisnya dengan dirimu soal penyesalan serta keberadaan surga.” Pramoedya yang bersandar pada pohon menyahut, “Sebagai seorang penulis aku percaya pada adanya seni kehidupan. Yaitu pentas sandiwara yang kita mainkan setiap hari selama hidup kita. Musiknya adalah percakapan ringan yang diselingi tawa dan isakan. Caci maki yang tumpah, teriakan, lolongan kekecewaan
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Brajasena Sang Ksatria

Brajasena Sang Ksatria

Brajasena tersenyum dan mengeluarkan sejumlah besar daging kering dari Kantung Penyimpanannya , lalu melemparkannya ke Singa Emas . Singa Emas sangat gembira melihat pemandangan itu dan bergegas maju, melahapnya dengan rakus. “Bagaimana perasaanku bisa seperti telah memelihara seekor anjing….” Singa Emas bisa dikatakan sama sekali tidak menyerupai Binatang buas dari spesies singa; ia lebih mirip anjing, dan anjing yang sangat penakut pula. Pada saat itu, token emas Brajasena tiba-tiba bergetar.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Setelah itu, botol dan kaleng makin banyak berdatangan silih berganti. Para wartawan pun berhamburan melarikan diri. Ibu Chika merangkul putrinya dengan mengenaskan, mereka berusaha menghindari serangan yang datang bertubi-tubi bagaikan hujan dan melarikan diri layaknya tikus got. Dari balik layar, aku menikmati tontonan lelucon ini dengan perasaan puas. Yoga meneleponku, suaranya terdengar sedikit lemah yang tidak biasa. "Ada lagi yang kamu butuhin dari aku? Masukin saja ke paket perceraian, aku nggak bakal narik biaya tambahan kok."
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Touch Me if You Dare

Touch Me if You Dare

tanya Glen lagi dengan ekspresi tidak percaya. "Demi Tuhan, Glen. Aku tidak bohong. Kita sudah lama hilang kontak. Aku tidak tahu di mana Jane berada.' "Lalu ... bagaimana kau menjelaskan sketsa-sketsa ini? Lihat tanggalnya, masih baru, Cher." "Iya, sketsa-sketsa itu memang masih baru. Maksud kamu apa sih, Glen? Aku tidak mengerti." "Sketsa ini dibuat oleh Jane, kan? Kau memakai jasanya untuk peluncuran rancangan terbaru, kan?"
1075.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

"Lo stalking gue ya?" Selin salah tingkah dan tersenyum sebagai jawabannya. Kini, kekagumannya terhadap Sadena bertambah tiga kali lipat. Toh, jarang sekali ia menemukan cowok yang menekuni hal-hal berbau seni. Ah, Sadena memang idaman. Sudah pintar. Ketus eskul voli. Suka melukis lagi!  Memutuskan membeli dua sketchbook sekaligus. Sadena mengambil alih tiga novel di tangan Selin. Membiarkan ia sendiri membawa belanjaan mereka.
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

Senja mencubit lengan Reinaldo, tapi kemudian tertawa dan memeluknya erat. Mereka melanjutkan berjalan-jalan lagi di taman, menikmati suasana sore yang hangat. Mereka duduk di bangku taman, berpegangan tangan sambil mengobrol tentang impian dan rencana masa depan. "Aku ingin punya butik di sini," kata Senja, matanya berbinar. "Butik yang unik dan berbeda, dengan sentuhan etnik Indonesia."
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

maki Mentari. “Some mouth you have there, my little devil,” sahut Senja tak kalah sarkas. Dia segera membawa Mentari menuju halaman rumah Jingga. “Lo akan menyesal karena udah bicara nggak sopan sama gue, anak kecil,” lanjut Senja, memutuskan untuk menggunakan bahasa tidak baku juga terhadap Mentari yang sedang mengamuk hebat.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
The Rahadi's

The Rahadi's

Bak anak kecil dengan rasa penasaran yang besar, Seno mengambil sebuah pulpen berwarna hijau kemudian menuliskan sesuatu di kertas tester. 'Seno ♥️ Ella forever' "Sen, gila ya!" ujar Ella malu seketika langsung memukul lengan Seno. "Kayak anak SD aja lo! Parah!" Namun Seno hanya tertawa. Ya, ia kembali tertawa. Seolah ia memang benar-benar senang berada di sekitar Ella. "Gue ambil ini, deh. Satu." kata Seno santai. "Warna wadahnya ijo neon, tapi tintanya warna item. Bagus."
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status