Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Senala belum mengetahui kenyataan sebenarnya. Mereka adalah tim kecil yang tidak terkalahkan—Senala, si gadis berbulu mata lentik; Mamak Jambul, pendekar dengan senyum lucu; dan si Manis, monyet setia yang kadang tidak tahu kapan harus berhenti bercanda. Dan mereka semua hidup dengan cara yang tak hanya penuh petualangan, tetapi juga cinta dan tawa.---
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Jika diwarnai, sketsa itu benar-benar menggambarkan Genta dengan sempurna. Genta juga melihat sketsa itu dari sudut pandang Tirta. Setelah mengamatinya sejenak, Genta yang curiga bertanya, "Pecundang, apa kamu mau memberikan sketsa ini kepadaku untuk menghiburku?" Sebelum Tirta menjawab, Genta yang senang memuji, "Sketsa yang kamu gambar memang sangat mirip denganku. Nggak disangka, pecundang sepertimu punya bakat seperti ini."
9.43.3M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72.5K kali sebagai sketsa senja
Tampilkan Ulasan (278)
Baca
+Pustaka
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

"Iya, Van." "Okey, jadi cemilan favorit Senja itu cokelat kacang, buah kesukaannya buah naga, hal yang disukai Senja ada tiga. Matahari tenggelam, hujan dan dermaga. Kebiasaan Senja itu menulis buku diary dan hobinya belajar." "Bener 'kan?" "Iya, bener." Aura dan Devan saling berpandangan. Namun, lagi-lagi suara dari Langit memutuskan pandangan keduanya.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Setelah Berhenti Kerja, Direktur Tak Bisa Hidup Tanpaku

Setelah Berhenti Kerja, Direktur Tak Bisa Hidup Tanpaku

Nadia tidak menghiraukan perkataan itu, tetapi Sena tidak bisa menahan diri untuk tidak menghardik dengan suara rendah, "Sungguh menjijikan!" Kemudian, Sena menoleh ke Nadia dan berkata, "Akhir-akhir ini kenapa nggak ke kantor? Sketsamu sudah selesai?" Nadia berkata dengan santai, "Ada kesibukan lain. Soal sketsa sudah hampir selesai." Mata Sena berbinar dan berkata, "Aku tahu kamu berbakat. Kamu pasti bisa lolos dengan mudah di babak penyisihan."
9.828.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai sketsa senja
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Yuni Maelany
ko episode 30 ke 61.. dari 31 ke 60 nya kemna k?.. trus knpa di ulang lgi udh episode 90 ke episode 61 lagi?.. itu kan buka bam nya pake koin, koin kan pake uang!.. harus d bnir lagi ceritanyaa.. pdhal saya suka ceritanya menarik bngett, kalau episodenya ngawurkn jdi mls buka bab
Nayo Naro
bab nya diulang lg..kirain memang ud tamat, ga taunya msh diperbarui lg. harusnya jgn masuk kategori tamat kl msh mau berlanjut trs, padahal sy suka cerita2 spt ini tp cpt selesai bab nya..kl terlalu panjang jd malas bacanya, krn inti ceritanya sdh kliatan, cm dibuat berbelit2 jd malah bosan..
Baca Semua Ulasan
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

tanya Redita pada sosok itu. “Tentu tidak, kapan sih aku menolak kedatangan kamu?” Yanven terkekeh, ia meraih gulingnya lalu mendekap benda itu erat-erat. “Terima kasih banyak, Ven. Kamu memang terbaik!” Redita tersenyum sambil mengacungkan dua jempolnya, mengikuti tagline kartun asal Malaysia itu. Sontak Yanven tertawa terbahak, “Aku bukan Boboboy, Sayang!”
9.9266.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.4K kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

gumam pria yang memperhatikan Meera dari jauh, ia tersenyum kemudian pergi dari tempatnya. ******* “Alhamdulillah selesai juga revisinya, semoga ga salah lagi.” Meera mendekap berkas yang baru saja ia print out, dengan senyum mengembang ia meletakkan berkas tersebut ke dalam map kemudian meninggalkannya di meja karena ia harus segera istirahat makan siang.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Bayangan di Balik Senja

Bayangan di Balik Senja

"Mungkin ini adalah salah satu petunjuk yang kita cari." Anisa berlutut di depan batu itu dan menyentuh ukiran tersebut. Dia merasakan sesuatu yang aneh, seolah batu itu bergetar di bawah sentuhannya. "Kita harus mencari tahu apa yang tertulis di sini," ucap Anisa sambil mengeluarkan selembar kertas dan pensil untuk menyalin ukiran itu.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

"Gara-gara gua kesel sama si Gafi, semua materi yang gua terima di depan tadi lenyap kayak debu. Nih ya, Nja. Dia kayaknya ga ikhlas ngajarinnya. Makanya di serap lagi ilmunya yang dia kasih ke gua!" Senja terkekeh "Teori dari mana?ada-ada aja lu, udah kerjain lagi. Kalo ada yang lu enggak paham liat punya gua aja," jelas Senja. Gadis berlesung pipi itu menyodorkan buku tulisnya yang sudah penuh dengan rumus-rumus. Membuat perut Asta mual. Tanpa mereka berdua sadari, laki-laki dengan wajah datarnya itu memperhatikannya.
9.97.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

Meski dia juga merupakan psikiater yang bekerja di rumah sakit dia pasti mengalami saat-saat stres dalam hidupnya. “Dion!” teriak seorang wanita di balik pintu. “Iya. Ada apa bibi.” “Cepat kemari dan bantu membereskan dapur.” “Iya.” Rupanya orang itu adalah bibinya yang bernama Sena. Dia menderita OCD sehingga tidak tahan dengan sampah yang hanya sedikit. Dion kemudian beranjak dari sofa dan langsung menuju ke dapur. Di sana bibinya menyuruhnya untuk membersihkan semuanya dan tidak boleh ada satu pun debu yang menempel. Dengan suka rela Dion melakukan pekerjaannya itu. tidak lama kemudian, dia sudah membereskan semuanya dan sekarang terlihat sangat bersih. Memang sebelumnya juga sudah cukup
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

Ia mengeluarkan sapu tangan dari tasnya, lalu tanpa izin, mulai menekannya pelan di sekitar luka. “Jangan digerakkan dulu,” katanya dengan suara bergetar. “Tuan bisa kehilangan banyak darah.” Sagara meliriknya, wajahnya datar tapi suaranya pelan. “Aku masih bisa menahannya.” “Jangan sok kuat,” balas Senja tanpa menatap. “Aku tahu itu sakit.” Sudut bibir Sagara terangkat samar. “Kau masih suka memerintahku rupanya.”
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status