Perceraian yang Terindah
Ya, dulu aku sering meminumnya agar mudah tertidur, karena kalau tidak umpatan, bentakan, dan makian mertua dan Ayudia selalu tergiang di telingaku, membuat aku sulit untuk tidur.
Kulirik arloji yang melingkar di tangan sebelah kiri, sudah menunjukkan pukul 22. 00 malam. Kututup pintu jendela, sudah waktu untukku beristirahat, melepas penat seluruh jiwa dwj raga. Bahkan, hari ini terasa begitu lama, mungkin karena banyak hal yang terjadi di hari ini. Namun, aku bahagia semua tuntas dengan sekejap. Andai tadi aku tidak pakai acara pingsan, mungkin mereka juga lebih cepat hengkang dari sini.
Sikat na Kabanata