Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh
Ia melepas kacamata hitam, membalikkan tubuh, lalu masuk ke kamar dengan senyum yang begitu hangat hingga tak menyisakan jejak ancaman apa pun.
“Pagi, Sayang.” Ia duduk di tepi ranjang, membungkuk, lalu mencium bibir Chloe lama. “Tidurmu nyenyak?”
“Nyenyak banget,” gumam Chloe manja sambil meraih pinggang suaminya. “Daddy lagi telepon sama siapa? Kok serius amat?”
“Para staf di Indonesia,” jawab Jordan ringan, seolah benar-benar bosan. “Mereka sedang lapor soal saham properti.”