Kala Hidup Mengalir dengan Damai
Dia berbaring di atas ranjang pasien dengan wajah pucat, mata setengah terpejam, napas yang lemah, dan bibir yang putih.
Melihat Kayden berjalan mendekat, Nadia secara refleks memohon ampun, “Kayden, jangan bersikap begini terhadapku .... Aku benar-benar sudah menyadari kesalahanku. Ampunilah aku .... Aku sering menjagamu waktu kecil. Demi hubungan masa kecil kita, ampuni aku ya?”