Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jebakan Lembut

Jebakan Lembut

Saat hamil 28 minggu, aku baru mengetahui bahwa suamiku, Reno Dewangga, menikahi aku hanya untuk menggantikan pujaan hatinya menanggung sakitnya melahirkan. Di balik sikapnya yang lembut dan penuh perhatian, tersembunyi tipu daya yang dirancang dengan cermat. Ketika aku memutuskan untuk bercerai dan pindah ke luar negeri, pujaan hatinya menyebabkan aku keguguran. Setelah kehilangan anakku, aku pergi jauh ke negeri asing, tapi Reno justru mulai mengejarku tanpa henti. Dia berlutut di atas salju memohon maaf, tanpa menyadari bahwa aku telah menyiapkan jebakan yang tak terelakkan. Kali ini, aku akan membuat dia dan pujaan hatinya membayar harga yang setimpal, serta menuntut keadilan untuk ana
368 viewsCompletedAdded to Library 11 Times as softly
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

tanya Lovie masih bersikap sopan. "Kau tidak terlalu penting untuk mengetahui namaku," kata Speranza dengan jutek. Lovie terdiam mendengar itu. Dia sudah bersikap sopan, tapi sebagai balasannya dia malah mendapat sikap jutek. "Aku juga tidak peduli dengan namamu," balas Lovie tak kalah jutek. Speranza melongo dan bersiap untuk mencakar wajah Lovie. "Lovie …." Yasa membuka matanya dan memanggil nama Lovie.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as softly
Read
+Library
DAISY

DAISY

Layton mendorong Daisy. Daisy sudah bersiap, ia pasti akan jatuh ke lantai dan membentur benda keras itu. Pasti akan terasa sakit dan mungkin juga menyakiti janinnya. Entah itu akan membawa hal buruk atau tidak. Ia sudah memejamkan mata, menunggu tubuhnya terhempas. Tapi, nyatanya itu tidak terjadi. "Kau kasar sekali pada wanita." Suara itu.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 203 Times as softly
Read
+Library
Sweet Chaos

Sweet Chaos

lanjut Quin dengan nada lembut. Sena seperti tersihir oleh perkataan Quin. Gadis itu mendadak mengangguk dengan patuh. Ketika Quin mengacak-acak pelan rambutnya, Sena bahkan sedikit menaikkan sudut bibirnya. Detik berikutnya, lagu You Are My Sunshine mengalun lembut dari bibir Sena. You are my sunshine My only sunshine You make me happy When skies are grey You’ll never know dear
104.7K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as softly
Read
+Library
Hoffen

Hoffen

Wanita itu meletakan ponsel di meja sambil menguap dan merenggangkan ototnya yang agak terasa kaku. “Namanya ribet banget. ya,” gumam Trisha saat kembali melihat biodata itu.
1012.5K viewsCompletedAdded to Library 486 Times as softly
Read
+Library
Sentuhan Cinta

Sentuhan Cinta

Tapi senyuman yang lebar yang menawan dengan mata yang berbinar-binar kebahagian. Ares menarik dengan sangat lembut dagu Ririn. Bibir Ares mendekati bibir pink peach Ririn dan melumatnya dengan lembut dan perlahan-lahan. Tangan Ririn otomatis merangkul leher Ares, hingga membuat ciuman ini semakin dalam.
9.986.3K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as softly
Read
+Library
As You Wish

As You Wish

Angin musim semi berhembus mengibarkan rambut indahnya. Ia meletakkan Ji Hwan agar ia bebas merangkak. Awalnya ia hanya melihat Ji Hwan berusaha berdiri di balkon bagian barat, dan lama kelamaan ia mendengar suara – suara. Ia menoleh dan ternyata memang ada yg mengajak bicara Ji Hwan. Ia membungkuk dan tersenyum, “Annyeong haseyo.” “Eoh ?.”
4.0K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as softly
Read
+Library
Rapuh

Rapuh

Harus dengan sikap yang baik dan tutur kata lemah lembut, jangan sampai membuat calon pelanggan tersinggung dengan tindakan atau pun penolakan yang dilakukan. "Sory, Gue udah emosi!" sergah Siska mengalah dan akhirnya kembali mendekatkan dirinya dengan Dimas. Dimas pun mengangguk pelan dan melempar senyum melihat tindakan Siska yang berubah hanya untuk mencari sebuah perhatian. 'Siska, jujur Gue nggak ikhlas kalau harus liat Lo seperti ini.' batin Dimas lagi-lagi memberontak.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as softly
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Suara Nina bergetar. Nina terkesiap. Bukan Mama yang mengelus puncak kepalanya tapi Ame. Tangis Nina pecah. Dengan senyum penuh kedewasaan, Ame menghapus air mata Nina. "Kakak jangan bersedih. Ada Ame," katanya. "Ame sayang kak Nina," Nina terisak. Adakah seseorang yang lebih kejam darinya? Di saat ia sendiri mati-matian menolak Ame, tapi Ame sangat menerimanya. "Maaf, maaf." Isakan Nina semakin menjadi.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as softly
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status