MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN
****
Setelah berhasil mengunduh beberapa buah mangga, mereka berlima duduk di bawah pohon rindang tak jauh dari pesantren.
Sinta mulai membelah mangga dengan pisau kecil yang ia bawa. "Nah, ini baru namanya hasil kerja keras," ujarnya bangga sambil menaruh potongan mangga di atas plastik.
Athar mengambil satu potong dan langsung menggigitnya. "Hmm, lumayan," komentarnya santai.
"Lumayan?" Sinta mendelik. "Gus, ini mangga lokal yang kualitasnya udah gak perlu diragukan. Manis, seger, ada asamnya dikit, pokoknya perpaduan sempurna!"