Pembalasan Sang Dokter Jenius
Namun ada getaran energi yang aneh, energi yang terasa panas, bergairah, dan sedikit… kotor.
Joko berhenti di balik sebuah mobil SUV besar, hanya berjarak beberapa meter dari pilar itu. Ia menahan napas, menajamkan telinganya. Kekuatan batinnya membuat pendengarannya jauh lebih sensitif daripada manusia biasa.
Dan saat itulah, ia mendengarnya.
Bukan percakapan rahasia tentang pencurian. Bukan juga mantra dukun.
Suara itu adalah suara desahan. Napas yang memburu, berat, dan basah. Suara gesekan kain yang kasar. Dan suara kulit yang beradu dengan kulit.