Hot Brother
ucap Kalila lirih, dia merasa kepalanya benar-benar pusing, dia masih dapat mengingat semuanya, terutama Kakaknya, hingga kemudian semua terasa berputar-putar dan gelap, seiring kesadarannya yang juga menghilang.
Jack yang masuk ke dalam ruangan Erik tanpa mengetuk pintu membuat pria yang duduk bersandar di atas ranjang itu kemudian menoleh, hanya sekilas lalu kembali fokus pada benda di tangannya, sebuah kotak musik dari Kalila yang kedua orangtuanya kemarin bawa.
Jack kembali menutup benda itu, melangkah mendekati sahabatnya yang terlihat murung raut wajahnya. "Kau tidak mau keluar?" pria itu bertanya.