Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Dan bang kosma mulai mengklarifikasi bahwa hari ini adalah hari Bahasa baku khusus kelasnya. Sunnah muakkat, mendekati hukum wajib untuk speak Bahasa baku hari ini. Semua mahasiswa manggut-manggut setuju sama bang kosma. Kelas heboh, bak ada di keraton kasepuhan yang gunain Bahasa kromo inggil.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai speak bang
Baca
+Pustaka
KALI KEDUA

KALI KEDUA

“Ah tidak apa. Saya kebetulan bisa berbahasa Indonesia. Itu tidak akan sulit bukan?” “Apa?” Byanca sontak menukar bahasanya. Ia berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia. “Me-mengapa Anda bisa berbahasa Indonesia. Mungkinkah anda mempelajarinya?” Bu Shim sedikit menghela napasnya, membuat ketidaknyamanan melintasi Byanca. Ia segera berkata. “Ah, maafkan saya Bu Shim. Saya sangat polos. Itu sangat mungkin bagi Anda mempelajari bahasa apapun. Saya berbicara terlalu melantur.” Ia mengutuk mulutnya yang suka berbicara ceplas-ceplos.
1047.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai speak bang
Baca
+Pustaka
JODOH DARI THAILAND
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

panggil Rabithah mengingatkan. "Ah... Maaf," ucap Aska dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Aku hanya penasaran dengan pembicaraan kalian, jadi aku menghampiri kalian," jelas Aska. Rama dan Reza merasa heran dengan Aska. Tidak seperti biasanya ia berbicara lembut kepada mereka. Reza yang penasaran memperhatikan Aska dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Berbeda-beda dengan Reza Rama lebih memilih berbicara langsung kepada Aska.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai speak bang
Baca
+Pustaka
Ku Izinkan Suamiku Menikah Lagi

Ku Izinkan Suamiku Menikah Lagi

"Bang, apa artinya kamu sudah suka sama aku?" Ucapan Shamita membuat Bara sedikit terkekeh, menampakkan gigi putihnya yang tersusun rapih. "Maaf, aku salah ngomong, Bang." Shamita merasa malu, nyatanya pikirannya tak selaras dengan perbuatan Bara. "Semua butuh waktu, tapi akan aku pastikan jika aku akan berusaha untuk itu." "Jangan memaksa Bang, aku tau itu tidaklah mudah."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai speak bang
Baca
+Pustaka
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

ujar Gita seraya memegang kedua pipinya sendiri. Sasha tidak menyahut, bukan 'ketampanan' si pembicara yang mengganggu Sasha, tapi wajahnya yang tidak asing. Wajah yang Sasha lihat malam kemarin di Bandara Soekarno Hatta. Penumpangnya! "So guys, please don't hesitate to knock on my door if you have any questions, anything! I speak Bahasa too actually, I've been in Indonesia before, so please speak in whatever language that comfort you, I'm really looking forward to working together with you guys, and yeah thank you so much!"
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai speak bang
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

"Iya, iya, bentar ya, aku loudspeaker." Angga menekan tombol speakerphone, dan suara Bumi pun terdengar memenuhi ruangan—dalam, tenang, khas suara orang yang tak pernah terburu-buru. "Assalamu 'alaikum, Ayah, Ibu, Mas Aldi dan semua... senang mendengar kabar bahagia dari Angga barusan... selamat untuk Tari dan juga Radit. Alhamdulillah, semoga bayinya sehat selalu."
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai speak bang
Baca
+Pustaka
Ketua Geng itu Suamiku

Ketua Geng itu Suamiku

"Lama banget, Bin ... gue kangen." Gue nggak tahu kenapa kata-kata itu keluar begitu aja, tapi gue nggak nyesel ngucapinnya. Itu yang gue rasain, dan gue yakin anak-anak lain juga ngerasain hal yang sama. "Iya, kita kangen lo, lo sering-sering kasih kabar napa, biar kita nggak khawatir!" Bang M ngegas, nyengir tapi gue tahu itu bentuk protes beneran.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai speak bang
Baca
+Pustaka
Ketika Suami Mulai Bosan

Ketika Suami Mulai Bosan

Bang Andre mulai mengeluarkan ponselnya di saku celana lalu sepertinya dia melakukan panggilan telepon entah pada siapa. “Assalamualaikum. Ketemu nih orangnya. Sini cepet! Bungkusin nasi juga bawa ke lapangan kemarin.” Ternyata Bang Raka punya nurani juga. Sampai menyuruh orang untuk membelikan makanan. Tak sadar aku malah tersenyum tipis, tapi Bang Raka malah menatapku sinis.
1040.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai speak bang
Baca
+Pustaka
Saga Sang Gagak Barong

Saga Sang Gagak Barong

Guntur pun berdiri untuk berbicara. “Terima kasih atas kehadiran kalian semua disini. Kalian adalah bagian dari keluarga besar Gagak Barong. Saya paham kita semua bekerja keras dan berkorban demi kebaikan bersama dengan peran kita masing-masing. Untuk itu, mari bersulang untuk organisasi kita.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai speak bang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status