Holiday to Wedding Day
Kalau melihat dari daftar menu sih, Frank family mau makan roti, salad dan jagung manis rebus.
Apa lebih baik mengikuti menu mereka saja, ya? Lagi pula aku masih dag dig dug menunggu hasil pembicaraan darurat antara Mama, Tante Ariane dan Om Frank. Takut kurang konsentrasi. Berbahaya sekali kan, karena harus melibatkan benda-benda tajam dan api? Ya, memang aku bukan Aldert si Crazy Brengsek Predator ganas yang bisa membakar bajunya sendiri, sih. Tapi, kan …? Ah, sepertinya selera makanku juga belum switched on, kan?
Hot Chapters