Cinta di Tengah Bahaya
Saat aku hamil lagi, Arif Ravindra memutuskan berhenti berjudi dan berjanji akan bekerja keras demi menafkahi keluarga kami.
Aku pun menangis terharu. Dengan tangan gemetar, aku menyerahkan semua tabungan hasil kerja paruh waktuku selama setahun kepadanya.
Ada dua lembar uang jatuh ke lantai. Saat aku memungut uang dan mengejarnya keluar, aku melihat adegan yang mengejutkan.
Aku melihat di ujung gang, para preman mafia yang biasa menagih hutang kini bersikap begitu hormat kepada Arif. Ternyata, kemiskinannya hanyalah pura-pura.
"Bos, besok kami masih perlu mengerumuni di depan rumahmu?"
Arif duduk santai di dalam mobil Lincoln panjang dan menjawab dengan acuh, "Tidak perlu."
Ia menatap cin
Hot Chapters