AKU BUKAN ATM BERJALANMU, MAS!
Saat itu aku diam, aku masih berpikir untuk menjaga martabatnya sebagai seorang suami, hingga akhirnya Rina mengatakan sesuatu padaku.
"Aku tak berniat ikut campur masalah rumah tanggamu, Nan. Namun sebaik-baiknya seorang suami, adalah dia yang lebih mementingkan kebutuhan Istri dari pada kepentingan dirinya sendiri."
Perkataan Rina sahabatku, membuatku tersadar akan banyak hal, perlahan pikiranku melayang. Kembali mengingat apa yang sudah diberikan oleh Mas Ivan padaku selama setahun ini. Semakin jauh aku berpikir, semakin aku sadar, bahwa tak ada sesuatu yang spesial untukku darinya. Bahkan, selama ini selalu aku yang memberinya sesuatu, uangku pun dipakainya tanpa izin.
Sikat na Kabanata