Atasanku, Suami Keduaku
Tapi Vino menegakkan badan, seolah menolak kelemahan sendiri.
Tak lama kemudian, di celah pepohonan, mereka melihat kilau cahaya kuning samar—seperti lampu minyak atau obor. Semakin dekat, bentuknya makin jelas. Sebuah rumah kecil berdinding papan, berdiri sendirian di tepi muara. Atapnya miring, tapi dari jendela tampak cahaya berkelip, tanda ada orang di dalamnya.
“Rumah…,” bisik Mika, matanya berbinar penuh harap. “Kita bisa minta pertolongan, Vin.”
Sikat na Kabanata