Kutukan Di Desa Arunika
“Asik, belum apa-apa listrik udah kayak main petak umpet.”
Sore berubah menjadi malam lebih cepat dari biasanya. Dari luar, suara kentongan sayup-sayup terdengar, diikuti bisikan lembut dari arah jalan. Rani mengintip dari sela jendela—kabut mulai turun lagi, menebal di sekitar halaman. Samar-samar, ia melihat seseorang berjalan di tengah jalan desa dengan langkah goyah. Tubuhnya tinggi… tapi anehnya, kepalanya tidak terlihat.
Rani membeku. “...Astaga, itu... itu—”
인기 회차