Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rela Menjadi Madu Sahabatku

Rela Menjadi Madu Sahabatku

*** Cakra Prastowo Kencana, lelaki berusia 35 tahun menghampiri Asha yang sedang duduk melamun di atas kasur. “Seharian penuh kemana saja kamu tidak ada kabar sama kali? Kamu pikir aku di sini tidak khawatir?” raut wajah Cakra terlihat marah sungguhan. Seharian penuh tidak mendapat kabar Asha sedang pergi kemana bersama siapa. “Mas, sekarang Asha sudah tahu siapa perempuan yang akan menjadi madu Asha.” “Asha, Mas sedang tidak mau membahas soal itu. Mas ingin kita kembali harmonis, selama beberapa hari ini kita seperti orang asing.”
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Madu Dari Suamiku

Madu Dari Suamiku

Nikmatilah peranmu. "Fuih..." Sandra membuang ludahnya. Untungnya hanya angin yang keluar dari mulut Sahabatku itu, jika tidak pasti Lika akan merasakan jigong. "Minuman apa ini, manis betul! kamu masukkan gula satu kilo ya, sengaja biar kita kena diabetes," ucap Sandra ketus, sengaja ingin membuat suasana menjadi semakin panas. Aku hanya menyaksikan saja.
1022.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 662 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Tahanan Berdarah Manis

Tahanan Berdarah Manis

Untungnya tidak ada siapa pun di tempat pemakaman umum, jadi Karina bisa bebas berbicara apa pun tanpa takut dicap sebagian orang gila karena ucapannya yang tidak masuk akal. "Dia berkata kalau darahku rasanya manis. Tapi, menurutku itu sangat aneh jika rasa darahku manis." Karina masih ingat jika dulu dia pernah menjilat darahnya sendiri. Jadi, dia tidak percaya saat Isaac mengatakan bahwa rasa darahnya manis. Meskipun darah mengandung gula, namun bukan berarti rasanya akan manis, bukan?
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Jauh-jauh ke negeri orang untuk biaya berobat suami malah pulang-pulang dihadiahi madu busuk. Aku harus merespon obrolan mereka yang sedang menggosipkan aku. [Assalamualaikum ... teman-teman apa kabar? Maaf ya, aku tidak tahu kalau dimasukkan ke grup ini. Terima kasih untuk admin yang sudah memasukkan aku di grup. Apa kabar semuanya?] Tulisku dengan gemetaran karena aku deg-degan sekaligus malu aib keluargaku diketahui oleh mereka.
7.724.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 972 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu dengan Manisnya Madu

Kubalas Madu dengan Manisnya Madu

senyumku sinis, mengingat akan hadirnya madu lain dirumah ini. Berbahagialah untuk hari ini! Karena besok akan ada pembayaran atas air mataku yang telah tumpah. ==!!!==!!!==
10145.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
MADU CAP HALAL

MADU CAP HALAL

Aku pantas menerima amarah Marni yang tak mau aku madu. "Pokoknya sampai kapan pun, Marni tidak pernah mau punya madu. Marni tidak menyetujui pernikahan Mas galih dengan wanita ilihan Ayah Mas Galih. Ini sama saja penghinaan Mas," ucap Marni keras sambil menangis. Buku -buku jarinya menancap di hamparan meja makan yang terbuat dari triplek. "Inget Mas!! Kalau Mas memang lakukan itu, ceraikan saja Marni dan pulangkan Marni ke rumah orang tua Marni!!" teriak Marni dengan suara keras.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Batal Di Madu

Batal Di Madu

tanya Rama begitu sampai di meja makan. “Selamat pagi, Sayang.” Rama masih berdiri memperhatikan perilaku ibunya yang tak biasa ini. “Kenapa Mama melakukan hal ini?” tanya Rama lagi. Clarissa tetap sibuk menyajikan makanan kesukaan Rama yaitu nasi goreng dengan ayam asam manis yang sudah tersaji dengan sempurna di atas meja makan. Bahkan aroma menyengat dari masakan itu sebenarnya sudah membuat Rama terhipnotis.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Dalam hitungan detik, madu yang berwarna keemasan itu berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan busa berbau amis. "Dewa-dewa..." desis Wira, matanya membelalak ngeri. "Ini bukan madu. Ini adalah getah upas yang dicampur dengan sari tebu. Ia akan membuat peminumnya merasa kenyang dan bertenaga selama beberapa hari, namun perlahan akan menggerogoti usus dan membuat otak mereka tumpul. Mereka akan menjadi budak yang patuh karena tidak mampu berpikir jernih untuk memberontak."
10740 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
One Night Stand

One Night Stand

Menu-menu yang terlihat lezat itu sudah disajikan di atas meja oleh Victor. “Ini salad buah?” tanya Mary. “Hem,” jawab Victor dengan deheman singkat. Mary melirik pria itu, “Pakai apa?” “Yogurt dan madu.” Seketika, mata Mary berbinar. Madu? Oh, jelas dia senang. Madu kesukaannya. Tapi… kok si babi tampan ini tahu dia suka madu? “Kamu tahu dari mana aku suka madu?” tanya Mary dengan dahi berkerut menatap Victor.
9.845.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai suara semanis madu
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Nofyanti manalu
cerita nya bagus.. tp agak menakutkan jg.. sbenernya victor ini pribadi ganda ato bukan sih.. koq tabiat kasar nya sangat menakutkan.. apakah maru bs jatuh cinta kepada victor.. lanjut ya thoor bab brikut nya..
Najwa Alhuda
Thor, 2 karya novelmu semuanya bagus² gak bosenin malahan aku pengin terus²an baca sampai tamat ceritanya ada lucu, gemesin apalagi Victor vs Mary.. SUKAAA BANGETT.............................. Ayooo semangattt berkarya Thor bikin cerita novel....ku tunggu karya novelmu berikutnya .........🫰🏻🫰🏻🫰🏻
Baca Semua Ulasan
SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

“Ini aku ada beli, madu alami dari Turki. Madu alami ini bagus untuk hubungan suami istri.” “Yang benar, Madam?” sontak ibu-ibu berseru penasaran. Madam Retno berdehem pelan, pipinya kembali merona. “Sudah saya buktikan sendiri dengan suami. Menantu saya juga kasih review bintang lima.” Empat wanita paruh baya sontak menjerit tertahan. Mereka berusaha menahan suara tawa agar tidak mengganggu pengunjung lain. Madam Retno memberikan satu botol madu itu pada Giselle.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status