Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku

Suasana ruangan dipenuhi dengan aroma harum dan perasaan damai. "Indah, Ma." Silla mengangguk setuju, sebuah senyum lembut terukir di wajahnya. Dia merasa begitu bahagia dan bersyukur. Drrrtttt.... Drrrtttt... Drrrtttt.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Madu Pilihan Untuk Suamiku

Madu Pilihan Untuk Suamiku

sahut Mas Tian dengan nada ketus, wajahnya masih terlihat kesal. Aku menyunggingkan senyum tipis sebelum berjalan ke dapur. Tidak sampai sepuluh menit aku membawa nampan berisi secangkir kopi dari dapur dan roti kesukaan mas Tian. Namun, langkahku terhenti ketika mendengar sayup-sayup suara mertuaku sedang bicara dengan Mas Tian.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Jadi Madu

Diam-Diam Jadi Madu

Prolog Setiap orang punya pilihan masing-masing dalam hidup. Apalagi dalam memilih pendamping hidup, berumah tangga. Seperti aku yang memilih menjadi madu sahabatku sendiri. Dulu kami berbagi segalanya dari makanan sampai baju, bahkan tempat tidur. Lalu, sekarang aku pun berbagi tidur dengan suamimu. "Aku baik bukan?"
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjadi Madu

Terpaksa Menjadi Madu

Satu porsi mi ayam, satu porsi yamin bakso, semangkuk es campur, satu gelas jus mangga, dan gelas lainnya berisi jus stroberi. “Mas, tambah batagor kuahnya satu, ya?” Ayesha malah tambah pesanan. “Makan dulu yang ada, habisin dulu!” tegur Izhar. “Enggak habis juga ada Aa.” Ayesha tersenyum merayu suaminya tersebut. Dan karena senyuman Ayesha ini, Izhar hanya menghela nafasnya.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu

Menjadi Madu

kata Bik Saroh lembut dengan menggandeng tanganku. "Iya," aku mengangguk sembari tersenyum saat melihatnya. "O iya bik, aku beli madu dan sari kurma buat bibik, diminum ya! Biar bibik sehat!" kataku saat bibik menggandengku berjalan menuju kamar. "Ini!" kemudian kuserahkan madu dan saru kurma dalam botol itu kepada Bibi Saroh. "Terimakasih ya Ning Alifah! Sana masuk kamar, istirahatlah!" kata Bibik padaku.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

"Maka mari kita bahas hal yang lebih menyenangkan. Sudahkah kau mencoba manisan biji teratai madu yang baru?" Ia menunjuk sepiring kecil permen di tengah meja, matanya kembali berbinar cerah dan penuh perhatian. "Aku mendengar manisan yang lezat dapat menenangkan pikiran yang paling gelisah sekalipun," tambahnya sambil memiringkan kepala dengan gaya yang sedikit manja. "Dan mengingat betapa riuhnya istana ini sejak kembalinya Yang Mulia, kurasa kita berdua sangat membutuhkan sedikit rasa manis."
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Madu Pilihan Mertua

Madu Pilihan Mertua

Keluarga kecil itu kini merasa lebih lengkap daripada sebelumnya. Namun, di balik kebahagiaan ini, Maya mengingat kembali sebuah kenangan. Dia teringat bagaimana di masa lalu, Hani pernah menawarkan madu—madu yang menjadi lambang dari keputusan besar dalam hidupnya. Saat itu, Maya berpikir bahwa madu tersebut adalah simbol dari tekanan dan ekspektasi. Tapi sekarang, setelah melalui semua yang terjadi, Maya menyadari bahwa madu itu adalah langkah awal yang membawanya pada kebahagiaan bersama Gilang, pria yang benar-benar merupakan belahan jiwanya. "Siapa sangka," gumam Maya dalam hati, "bahwa madu itu akan mengantarku pada kebahagiaan ini."
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

Kemudian beranjak berdiri sambil menarik tangannya. “Mau apa, Mas?” Aku tersenyum sambil menaik-naikkan alis mata. “Tahun ini kita kan posisi tahun sugar. Saat manis-manisnya, kan?” Dia tersenyum, tangan satunya mengusap lenganku. Mendekatkan diri sambil berbisik. “Penasaran, manisnya seberapa, sih?” ‘Hmm … dia membangkitkan macan tidur. Rasakan ini. Temannya macan sudah menggeliat,’ bisik hatiku sambil mendorongnya masuk dan menutup pintu. *****
9.81.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.6K kali sebagai suara semanis madu
Tampilkan Ulasan (144)
Baca
+Pustaka
Penghujung Cerita
Rani tidak sadar bahwa dari dulu mas Suma xpernah suka wanita dan wanita pertamanya adalah Rani kalu Suma curang knpa dari dulu tidak buat knpa baru skrng pdhl dia duda udah lama menurutku paling hebat itu Dewi ngk ada wanita lain..
Astika Buana
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Ikuti cerita lainnya dengan ketik di kolom pencarian: astika buana. . Terima kasih. Sayangi diri kalian dengan selalu bahagia, apapun keadaannya. . LOVE astika Buana
Baca Semua Ulasan
Madu Di Kamar Tamu

Madu Di Kamar Tamu

sahut Hanif. "Adek mau, Ayah. Nanti beli permen kembang ya," pinta Rauzah berbinar. "Permen kembang?" tanya mereka balik tidak tahu permen yang dimaksud Rauzah. "Itu loh, yang warna-warni. Kalau dipencet jadi kecil," balas Rauzah mempraktekan dengan tangan. "Itu namanya permen gulali sayang," terang Laila.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai suara semanis madu
Baca
+Pustaka
Jebakan Meluluhkan Hati Pengacara Dingin

Jebakan Meluluhkan Hati Pengacara Dingin

Terdengar suara yang jernih dari belakang. Natalie menoleh dan melihat wajah Harvey yang tampan dan penuh energi. Dia melangkah mendekat, lalu membuka lemari dan mengambil madu dari dalam. "Madu ini mengandung energi alami, baik sekali untuk kesehatan tubuh. Coba kamu cicipi." Harvey mengambilkan dua sendok madu ke gelas air Natalie, matanya tampak berseri-seri ketika memandangnya.
10105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai suara semanis madu
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Empat Lapan
Thor kenapa up bab nya di kurangi...padahal sudah bagus sehari up bab 4...lah ini kurang 2...seharusnya di tambahin/lebihkan bukanmalahdikurangi...Apa mungkin karena readers nya makin banyak jadi Authornya nya mulai sombong ..........
Ikeu Kodila
ini kayaknya kalo perhari up 6 atau 8 bab bisa trending 1 kek judulnya Dosenku disiang hari Suamiku dimalam hari deh soalnya cerita dan bahasanya tuh ga bikin cringe ngalir aja tapi sayang cuman 4bab perhari padahal bagus banget ceritanya
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status