Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

Moody Moody
Seorang perempuan bernama Alice Cooper merupakan anak yang tumbuh di lingkungan yang mana perempuan itu tidak memiliki hak dalam berkarir. Dirinya merupakan anak bungsu dan satu-satunya perempuan dari tiga bersaudara selalu direndahkan oleh saudara-saudaranya karena dia perempuan. Akankah Alice bisa mengubah hidupnya dan mendapatkan haknya sebagai perempuan?
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai suara tangisan
Baca
+Pustaka
Yanti Sin
Thor, cepetan deh Shania itu ketauan sebenernya bukan ibu kandung darren.. jangan kelamaan, nanti kita bisa bosen nunggu nya. kan bs cari konflik lain, setelah ketauan, misalny si Rachel ragu kalo Ronald ngajak nikah. trs, Shania tetap berusaha trs utk misahin atau gagalkan pernikahan mereka, dll.
Jaya Bistara Hn
klo begini ceritanya bakal meluas konfliknya akan bertambah.seharusnya Eddy juga cari tahu siapa ibu die sendiri dgn tes DNA sama halnya di lakukan michael.secara die anak yg pinter hackers melihat Shania sebagai ibunya seperti itu seorang anak pasti bertanya mana ibu kandung sikapnya sperti itu,
Baca Semua Ulasan
Suamiku Dosen Killerku

Suamiku Dosen Killerku

"Jangan terlalu membenci seseorang karna bisa jadi dia memiliki peran penting dalam hidupmu." Kalimat itu sangat cocok untuk Azura, gadis yang baru saja mendapatkan mimpi buruk setelah mendapat kabar, tentang perjodohannya dengan dosen killer di kampusnya. Namun, sebelum perjodohan itu terjadi Azura sudah memiliki kekasih yang dia cintai. Dengan hati yang bimbang dia harus memilih antara menuruti kemauan sang Ayah atau mempertahankan cintanya. "Kenapa Bapak mau menerima perjodohan ini sih? " "Kalo kamu punya hak untuk menolak, saya pun punya hak untuk menerima perjodohan ini." "Tapi kan pa--" "Bawel," Ucap sambil melenggang pergi.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai suara tangisan
Baca
+Pustaka
Rumah Angker Warisan Bapak

Rumah Angker Warisan Bapak

Hendra dan Anis, pasangan tua yang sudah pensiun, memutuskan kembali ke rumah warisan orang tua Hendra yang telah puluhan tahun kosong di pinggiran desa. Namun, sejak malam pertama, suara tangisan bayi yang tak terlihat sumbernya mulai menghantui mereka. Rumah yang sepi dan sunyi itu ternyata menyimpan misteri kelam yang lama terkubur. Apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu, dan siapakah sosok yang terus menangis di malam hari?
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai suara tangisan
Baca
+Pustaka
Perjanjian Gaib Untuk Kekayaan

Perjanjian Gaib Untuk Kekayaan

Seorang pemuda terpaksa kembali ke rumah tua peninggalan kakeknya di sebuah desa terpencil. Rumah itu menyimpan rahasia kelam: dahulu menjadi tempat ritual pesugihan yang dijalankan keluarganya. Sejak ia tinggal di sana, kejadian ganjil mulai muncul—suara tangisan tengah malam, bayangan hitam di lorong, hingga mimpi yang seolah nyata. Perlahan ia menemukan bahwa kekayaan keluarga mereka berasal dari perjanjian berdarah dengan makhluk gaib, dan kini giliran dirinya yang dituntut untuk melanjutkan perjanjian tersebut… atau mati dengan cara mengerikan.
577 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai suara tangisan
Baca
+Pustaka
Re:Diva dari Gaia

Re:Diva dari Gaia

R.S.Tama
Siapa yang paling menderita di antara kita? Aku atau kamu? Atau justru orang lain di sekitar kita? Selama berabad-abad manusia tinggal di atas muka bumi. Mereka sering melupakan siapa yang paling menderita ketika mereka berpijak di atasnya. Konflik terjadi dimana-mana, tangisan tanpa asal terdengar. Jauh di tempat terpencil. Sebuah suara datang menghantuiku. Suaranya sering mengingatkanku tentang Gaia. Siapa itu Gaia aku tidak tahu. Tapi aku ingin mengetahuinya dan mencarinya. Suatu sebuah roh merasuki diriku. Roh itu bilang dia akan membantuku menemukan Gaia. “Pelindung Gaia.” Apa itu?
93.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai suara tangisan
Baca
+Pustaka
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

Iya_Angelya
Suara tangisan itu menyakitkan gendang telingaku, kupejamkan mata dan menutup telingaku erat-erat, samar-samar aku mendengar dia menghentikan tangisannya. Aku mencoba merayap dan meraba dinding kusam itu, mencoba mengintip. Kenapa setiap aku menangis dibalik bilik ini dia selalu mengikutiku? Seolah-olah ingin mengatakan kepadaku, bahwa aku tidak pernah sendirian menangis di bilik ini. Kali ini aku memberanikan diri untuk mengetuk pintu disebalah bilik yang selalu kujadikan tempat bersembunyi ini. Kreeeekk.... Suara kayu dari pintu yang sudah lapuk itu membuat bulu kudukku meremang. Sosok itu membuat airmataku kering menatapnya, tubuhku kaku seolah-olah darah tidak mengalir ditubuhku,sosok perempuan yang meringkuk itu menghentikan tangisannya, mendongak menatapku, walaupun diam tetapi aku bisa merasakan sesuatu yang menakutkan, seragamnya sangat lusuh, kulit putihnya seperti menahan dingin, mata itu kosong dan terus menatapku, seolah-olah dia tidak menerima kehadiranku didalam bilik kumuh ini.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai suara tangisan
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Bertahun-tahun lalu, keluarga Pratama dibantai secara misterius di rumah besar mereka yang terletak di ujung gang. Mayat-mayat ditemukan seminggu kemudian—satu di kamar, satu di kamar mandi, dan dua lainnya tergeletak saling berpelukan di kamar utama. Kasus itu tak pernah terpecahkan. Rumah nomor tujuh dibiarkan kosong. Membusuk dalam sunyi. Hingga waktu perlahan menghapus ingatan warga… Tapi kejahatan tidak mati. Empat mahasiswa—dua di antaranya kakak beradik—menyewa rumah itu karena harganya murah. Mereka menganggap cerita seram sebagai bualan orang tua. Namun suara air tetes dari langit-langit, bau busuk yang tak pernah hilang, dan tangisan bocah tengah malam... menjadi sinyal pertama. Rumah ini tidak sekadar berhantu. Ia menyimpan kutukan. Dan rumah ini... tidak membiarkan siapa pun pergi tanpa membayar.
10677 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai suara tangisan
Baca
+Pustaka
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Sudah lima tahun menikah, tiba-tiba cinta pertama suamiku mengunggah foto sertifikat rumah di instagram. Dia menulis, "Terima kasih Kak Boni sudah memindahkan kepemilikan rumah ini untukku." Aku terkejut melihat alamat di sertifikat itu adalah rumah kami, jadi aku memberikan komentar, "?" Tak lama kemudian, suamiku langsung meneleponku dengan nada marah, "Dia itu ibu tunggal, kasihan sekali. Aku hanya memindahkan kepemilikan rumah supaya anaknya bisa lebih mudah untuk daftar sekolah nantinya. Itu nggak akan mengganggu tempat tinggal kita!" "Kenapa kamu nggak punya hati nurani? Masa nggak bisa sedikit bersimpati?" Di balik telepon, terdengar suara tangisan lembut dari cinta pertamanya. Setengah jam kemudian, cinta pertamanya mengunggah lagi, kali ini menandai aku di unggahannya. Dia memamerkan sebuah mobil mewah seharga dua miliar, lengkap dengan catatan, "Dibayar lunas, seperti kata pepatah, pria yang mencintaimu akan rela menghabiskan uang untukmu." Aku tahu itu hadiah dari suamiku untuk menenangkannya. Tapi kali ini, aku sudah memutuskan untuk bercerai. Bukankah hanya memberinya sertifikat rumah?
13.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai suara tangisan
Baca
+Pustaka
Menyewakan Suami, Aku Bertambah Kaya

Menyewakan Suami, Aku Bertambah Kaya

Setelah rujuk, aku menyewakan suamiku. Ketika cinta pertamanya memanggilnya pergi, aku tidak lagi menangis dan membuat keributan seperti dulu, melainkan memasang tarif per jam. Siang hari 200 juta per jam, malam hari 400 juta per jam, dan saat hari libur dihitung tiga kali lipat. Setelah menjalankannya selama tiga bulan, saldo rekeningku bertambah hampir 40 miliar. Suamiku sudah berjanji menemaniku memilih gaun untuk pesta malam, tetapi cinta pertamanya malah menelepon sambil menangis karena tangannya teriris saat memotong sayuran. Aku bahkan tidak mengangkat kepala, hanya menyodorkan kode QR pembayaran kepada pria itu. Tengah malam, aku mendadak demam tinggi. Saat suamiku mengemudikan mobil dengan panik untuk membawaku ke rumah sakit, ponselnya kembali berdering. Melihat nama wanita itu berkedip di layar, suamiku ragu beberapa saat, tetapi dia tetap memilih mengangkat telepon. Tangisan sang cinta pertama terdengar dari seberang sana. "Cedric, suara petirnya terlalu keras. Aku nggak bisa tidur. Kamu bisa datang temani aku?" Dengan cekatan, aku mengeluarkan payung dan menyuruh suamiku menurunkanku di persimpangan jalan di depan. Menghadapi pria yang tampak ragu-ragu mengatakan sesuatu itu, aku hanya tersenyum. "Jangan lupa transfer uangnya."
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai suara tangisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status