SELALU SALAH
Air mataku semakin menganak sungai.
Brakk.
Pintu mobil dibanting. Ku tahu pasti dia dibutakan api cemburu. Gegas aku ikut turun, mencoba meredam amarahnya. Aku tak mau masalah ini semakin larut.
"Kalian masih saling mencintai, kan?"
"Tidak, Mas," aku mencoba meyakinkan.
"Tapi semua sudah jelas, Rei."
"Mas...."
"Dari tatapan mata kalian, terlihat bahwa kalian masih ada rasa," Mas Adit membuang wajahnya.
Bab Populer