KINASIH
hardiknya dan kembali menarik kursi, duduk bermain ponsel di sana.
Yang lain marah, tentu saja. Tapi hanya mengabaikan tanpa teguran. Mereka memilih menjadi buta, tuli juga bisu, agar tetap bisa bekerja, dari pada kehilangan pekerjaan yang zaman sekarang sulit didapatkan.
Selama Asih tak datang ke resto, Rani sama sekali tak pernah menghubungi sekedar menanyakan kabar. Dia bagaikan burung yang lepas dari sangkar, bebas pergi tanpa peduli pada pekerjaan yang menjadi tugasnya.
Bab Populer