Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam Pengantin dengan Jenderal Dingin

Malam Pengantin dengan Jenderal Dingin

Pernikahan Vivian Alexander hancur di malam pengantin kala sang suami berselingkuh dan dia justru menghabiskan malam dengan seorang pria misterius! Menahan hujatan dari publik, Vivian lantas mencari pria tersebut yang ternyata seorang Jenderal! Lantas, bagaimanakah nasib Vivian, terlebih setelah mendapati dirinya mengandung darah daging dari pria itu?
923.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 903 kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
Kota di Tengah Antah Berantah

Kota di Tengah Antah Berantah

Dapat uang warisan, rumah besar di tengah kota kecil di antah berantah dengan pemandangan asri. Ah mantap. Penduduknya ramah, agak nyeleneh dikit tapi nggak apa-apa lah. Meski banyak hujan tai ayam dari pohon, karena burung laknat itu suka nangkring di atas pohon, yang penting rumah gratis. Di temani oleh tangan tanpa badan, menggeliat manja di pojokan. Iya, kalian tidak salah baca kok. Emang ceritanya aja agak nyeleneh.
113 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
Sekarang Giliranku

Sekarang Giliranku

Pernikahan yang indah itu hancur bukan karena orang luar tapi karena darah daging sendiri. Ia tak menangis saat suaminya berpaling pada adik kandungnya. Ia hanya diam... dan perlahan membalas. Bukan dengan amarah, tapi dengan kecerdasan dan kekuatan yang tak disangka. Karena luka paling dalam, tak selalu butuh air mata.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
Aku Keguguran, Suamiku Umumkan Punya Momongan

Aku Keguguran, Suamiku Umumkan Punya Momongan

Aliyah tidak ikhlas jika harus berbagi suami dengan wanita lain, tetapi dia harus rela demi anak yang diakui sebagai darah daging Arif—suaminya. Sampai kapan kesabaran Aliyah akan tetap bertahan? Kenyataannya, Arif tidak mampu bersikap adil terhadap Aliyah dan Alexa—wanita yang dia yakini telah melahirkan anaknya.
1024.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
Cinta yang Sudah Hilang

Cinta yang Sudah Hilang

Setelah hamil, tiap malam suami pergi lari malam. Hari ini dia buru-buru keluar, hanya pakai smartwatch, lupa bawa handphone. Aku tanpa sengaja melihat beberapa pesan yang dia kirimkan kepada rekan wanita. [Datang numpang makan nggak? Sekalian makan aku juga.] [Malam ini nggak ada nafsu makan, hanya mau makan kamu aja.] Sup ayam yang tadi dia suapin aku, rasanya sedang bergolak di dalam perutku. Kalau nggak salah, dia barusan kenalin rekan wanita ini ke adikku.
19.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
TEMPE GORENG DI MEJA MEWAH MENANTU (Fobia Miskin)

TEMPE GORENG DI MEJA MEWAH MENANTU (Fobia Miskin)

"Lima belas ribu, Mas? Yang benar saja. Besok kamu tahu kan, kalau ibuku mau datang?" Kedua alis Aira naik ke atas dengan mata melebar.  "Kenapa? Apa ada yang salah? Terus ... kalau orang tuamu datang, kita mau menyambut seperti ratu, menyediakan ikan, daging, udang, cumi, begitu? Kita hidup harus hemat. Nggak peduli siapa yang datang. Bukankah orang kampung juga menyambut tamu dengan hidangan seadanya?"
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku

Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku

Menjadi menantu keluarga terpandang tidak serta merta membuat aku bahagia. Lima tahun menikah, yang selalu disalahkan hanya Aku ketika tak bisa hamil. Sampai disebut wanita tak normal dan kalah dengan ayam yang bisa bertelur. Sampai akhirnya… sebuah rahasia dari suamiku terbongkar. Lima tahun aku bertahan… ternyata aku cuma badut di rumah tangga ini. Dan yang lebih menyakitkan… wanita itu adalah orang yang kuanggap adik sendiri. Tapi, aku juga punya kakak ipar yang akan memanjakanku saat ini.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Kaiwen09
Tersentak, lantas netra berkeliling, menatapi seluruh penumpang. Tangan bergetar ketika mendapati nama orang tercinta tertera di panggilan. "Suamiku masih hidup!" teriaknya pada semua orang yang tidak percaya, bahkan sebagian dari mereka berteriak. "Mustahil! Sekali keluar, maka tidak ada jaminan untuk hidup!" "Matikan telponnya, mereka bisa mendengarmu, bodoh!" Tangan-tangan itu merayap tanpa mata, saling menindih dan menabrak demi mendapat secuil daging hangat yang tak pernah membuat mereka kenyang.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
SUMPAH ISTRIKU

SUMPAH ISTRIKU

"Mas, dulu aku sudah bilang padamu, bukan. Kalau aku dituduh dan dimusuhi oleh saudara-saudaramu, tolong lindungi aku, tolong berada dipihakku, jangan ikut memusuhiku. Dulu, kamu bilang iya! Permintaanku sederhana, Mas, sangat sederhana. Namun sekarang, jangankan melindungiku, kau tak ubah layaknya duri dalam daging, Mas. Menyakitkan!" "Aku bersumpah dengan rasa sakitku ini, kau takkan mendapatkan kebahagiaan begitu juga dengan keluargamu, Mas!"
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 707 kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

[Heyyy! Gadis kampung! Ini peringatan saya yang ke sekian! Kamu pake guna-guna apa, hah?! Cepetan hilangkan ilmu hitam yang kamu kirimkan pada Ashraf! Kamu tidak pantas menjadi menantu di keluarga Adireja!] Aku menghela napas panjang. Sehari setelah aku menerima lamaran Tuan Muda Ashraf, aku selalu mendapatkan terror dari nomor yang tidak dikenal. Pikiranku yang sedang kacau oleh hal itu, bertambah runyam oleh omelan yang keluar dari mulut cabenya Teh Selvi. “Kalau semua ayam yang kamu goreng gosong? Kamu pergi lagi ke pasar beli ayam lagi pake duit kamu sendiri, punya gak?” cibirnya. Dia tak pernah bosan menghinaku karena kastaku yang dianggapnya rendahan. Aku lupa ada sepasang netra yang menatapku sambil berlinang. “Ibu kenapa?” Aku menoleh ke arahnya setelah Teh Selvi berlalu. “Maafin Ibu sama ayah kamu, Ta! Kalau saja kami punya uang dan menyekolahkan kamu tinggi, mungkin kakak-kakak sepupumu tidak akan merendahkanmu seperti ini?” isaknya. Wa’ Imah hanya sesekali melirik kearahku dan Ibu. “Bu, sudahlah! Sinta tidak apa-apa! Tuhan tidak akan salah memilih orang yang akan Dia tinggikan, Allah tidak hanya melihat dari pendidikannya. Meskipun seluruh dunia merendahkan orang itu, jika Allah meninggikannya semua bisa apa? Ibu hanya perlu mendoakanku agar tetap menjadi orang yang penuh syukur dan berada di jalan-Nya. Ibu mau kan jika Allah memilihku dan meninggikan derajat kita suatu hari nanti?”
9.7329.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.9K kali sebagai supplier daging ayam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status